Siak, Catatanriau.com – Penantian panjang masyarakat Dusun Batu Bosa (Minas Asal), Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, akhirnya terwujud. Jembatan Garuda yang selama bertahun-tahun diusulkan kini resmi diresmikan dan mulai difungsikan pada Rabu (8/7/2026).
Peresmian jembatan yang dibangun melalui program Mabes TNI AD itu dipimpin langsung oleh Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto bersama Camat Minas Nurfa Octolita dan Wakapolsek Minas AKP Martius Ashairi.

Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Minas Abdussaalam, Pj Penghulu Kampung Minas Barat Riduan, Bathin Limo Bomban Mineh H.M. Bungsu DJ, Babinsa Minas Barat Koptu AKP Hutagalung, Bhabinkamtibmas Minas Barat Aipda I Ketaren, perwakilan manajemen PT Arara Abadi, tokoh adat, tokoh masyarakat, perangkat kampung, anggota Koramil dan Polsek Minas, serta ratusan warga.
Suasana peresmian semakin mengharukan ketika puluhan siswa SD Negeri 12 Minas Barat dan SMP Satu Atap Minas yang setiap hari melintasi jalur tersebut secara serentak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, karena kini perjalanan mereka menuju sekolah menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman.

Keberhasilan pembangunan Jembatan Garuda juga tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Babinsa Minas Barat bersama Pemerintah Kampung Minas Barat, masyarakat, dan dukungan PT Arara Abadi terus berkolaborasi sejak awal hingga pembangunan rampung lebih cepat dari target.

Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto mengatakan, Jembatan Garuda di Dusun Batu Bosa menjadi jembatan pertama yang diresmikan di Kabupaten Siak dalam program Jembatan Garuda tahun 2026.
"Ini merupakan Jembatan Garuda perdana di Kabupaten Siak. Kami bersyukur pembangunan yang sudah lama diusulkan masyarakat akhirnya dapat terealisasi tahun ini. Ini bukan hasil kerja TNI semata, tetapi hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kampung, masyarakat, dan dukungan perusahaan sehingga pekerjaan dapat selesai bahkan sebelum target waktu satu bulan," ujarnya.
Menurut Aguswanto, pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
"Kami berharap jembatan ini dapat membantu aktivitas masyarakat, terutama akses pendidikan, ekonomi, dan sosial. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat bersama-sama merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," pesannya.

Sementara itu, Bathin Limo Bomban Mineh, H.M. Bungsu DJ mengaku pembangunan jembatan tersebut merupakan cita-cita lama masyarakat Batu Bosa. Ia mengingat masih sulitnya akses yang dilalui para pelajar saat musim hujan.
"Dulu jalan di sini sangat becek. Saya pernah melihat langsung anak-anak sekolah pulang sore dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Kami bahkan pernah bergotong royong bersama guru dan masyarakat agar jalan tetap bisa dilalui. Hari ini kami bersyukur jembatan akhirnya berdiri. Mudah-mudahan pembangunan di daerah pelosok seperti Batu Bosa terus menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keselamatan jembatan dan mengawasi anak-anak saat melintasi akses tersebut.
"Jembatan ini sudah bagus dan cantik. Mari kita jaga bersama. Saya juga mengingatkan anak-anak agar tidak mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi saat melintas demi keselamatan bersama," pesannya.
Pj Penghulu Kampung Minas Barat Riduan mengaku pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu harapan terbesar masyarakat yang langsung ia perjuangkan sejak dilantik sebagai penjabat penghulu.

"Begitu dilantik, masyarakat langsung menitipkan pesan kepada saya agar usulan jembatan ini jangan sampai gagal. Alhamdulillah, berkat dukungan Danramil beserta seluruh anggota, pemerintah kampung, masyarakat, dan PT Arara Abadi, harapan itu akhirnya terwujud," ungkap Riduan.
Ia menambahkan, pemerintah kampung akan segera menyusun aturan bersama masyarakat mengenai pemanfaatan jembatan agar tetap awet.
"Jembatan ini bukan milik pemerintah ataupun TNI, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu nanti kita akan bermusyawarah menentukan aturan, termasuk batas kendaraan yang boleh melintas agar jembatan ini tetap terjaga," ujarnya.
Camat Minas Nurfa Octolita menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan jajaran TNI AD yang telah merealisasikan usulan masyarakat yang telah diajukan selama bertahun-tahun melalui forum Musrenbang.
"Jembatan Garuda ini bukan sekadar bangunan beton, tetapi menjadi penghubung harapan masyarakat. Usulan ini sudah sangat lama disampaikan setiap tahun, dan hari ini akhirnya berdiri berkat sinergi semua pihak. Yang paling merasakan manfaatnya tentu anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari melintas," katanya.

Ia mengingatkan bahwa membangun memang sulit, tetapi merawat jauh lebih penting.
"Mari kita jaga bersama. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun rusak karena kurangnya kepedulian ataupun karena kendaraan yang melebihi kapasitas melintas di atas jembatan. Kalau kita rawat bersama, manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama," tutur Nurfa.
Sebagai informasi, Jembatan Garuda dibangun menggunakan konstruksi Aramco dengan bentang sepanjang 12 meter yang melintasi sungai selebar delapan meter dan menghubungkan RT 01 serta RT 02 Dusun Batu Bosa.

Pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui anggaran Mabes TNI AD sebesar Rp233.259.000 dan dikelola Kodim 0322/Siak. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan memperlancar aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan masyarakat di Kampung Minas Barat.***