Sambung Rasa di Lapas Pasir Pangarayan, Kalapas Efendi Bangun Dialog Humanis Bersama Warga Binaan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:47:44 WIB

Rohul, Catatanriau.com – Suasana berbeda tampak di Lapangan Utama Apel Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Selasa (9/6/2026). Tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, lapangan tersebut menjadi ruang terbuka yang mempertemukan petugas dan warga binaan dalam sebuah kegiatan bertajuk Sambung Rasa, sebuah forum komunikasi yang sarat makna dan penuh nuansa kekeluargaan.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, yang dihadiri oleh Pejabat Struktural dan jajaran pegawai serta ratusan warga binaan. Melalui agenda tersebut, Lapas Pasir Pangarayan menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling menghargai antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan.

Dalam sambutannya, Kalapas Efendi menegaskan bahwa kegiatan sambung rasa bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah dialog yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, masukan, maupun kebutuhan yang mereka rasakan selama menjalani masa pembinaan.

"Komunikasi yang baik adalah kunci terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan maupun kendala yang dirasakan warga binaan, sehingga dapat dicarikan solusi bersama sesuai aturan yang berlaku,"  ujar Efendi.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. Dengan adanya dialog yang sehat, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara langsung kepada pimpinan lapas. Berbagai masukan yang disampaikan mendapat perhatian serius dari jajaran petugas, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan pelayanan dan pembinaan ke depan.

Salah seorang warga binaan mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengaku merasakan adanya hubungan yang lebih dekat antara warga binaan dan petugas lapas.

"Kami merasa dihargai karena diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang kami rasakan. Walaupun kami berstatus warga binaan, tetapi ada rasa kekeluargaan yang kami rasakan bersama para pegawai lapas. Dengan kegiatan seperti ini, setiap permasalahan bisa langsung kami sampaikan dan mendapatkan penjelasan yang jelas," ungkapnya.

Kegiatan sambung rasa ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis terus diterapkan di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang sehat sebagai bagian dari proses pembinaan dan pembentukan karakter warga binaan.

Melalui semangat kebersamaan dan keterbukaan, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik, di mana setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk berkembang, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih positif setelah kembali ke tengah masyarakat.***

Terkini