Siak, Catatanriau.com — Peristiwa kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Pekanbaru–Duri Kilometer 40, Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (23/5/2026) siang.
Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Truck Crane BM 8281 EO milik PT Bina Rekayasa Anugrah (BRA) konsorsium PT Berkat Karunia Phala (BKP), salah satu subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), dengan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion tanpa nomor polisi.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Mobil truck crane yang datang dari arah Duri menuju Pekanbaru diduga sedang mendahului kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melintas sepeda motor yang dikendarai korban hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Minas, Kampung Minas Barat, untuk penanganan awal. Saat itu identitas korban belum diketahui.
Pihak Perusahaan Akui Kendaraan Operasional Sedang Bertugas

Saat ditemui di lokasi kejadian, Anggoro, selaku Kontraction Superintendent, membenarkan kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan unit operasional milik perusahaan.
Ia mengatakan mobil tersebut sedang dalam jam kerja membawa material yang akan digunakan untuk kebutuhan pekerjaan di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan.
“Benar, unit itu milik PT Bina Rekayasa Anugrah. Saat kejadian mobil sedang membawa material untuk kebutuhan pekerjaan di lokasi kerja PT Pertamina Hulu Rokan,” ujarnya di lokasi kejadian.
Anggoro menambahkan, kendaraan selanjutnya dievakuasi ke Polsek Minas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat ditanya terkait penyebab pasti kejadian di lapangan, Anggoro mengaku belum dapat memberikan penjelasan rinci karena tidak berada langsung di lokasi saat kecelakaan terjadi.
“Saat kejadian saya berada di Duri, tidak melihat langsung. Kami nanti melihat melalui sistem ERP (Emergency Response Plan) perusahaan,” katanya.
Terkait tanggung jawab perusahaan terhadap korban, Anggoro menyebut pihak perusahaan akan memberikan bantuan belasungkawa.
“Dari perusahaan tentu ada belasungkawa,” singkatnya.
Disemayamkan di Jambur, Pemerintah Kampung dan Warga Turun Tangan

Setelah dibawa dari Puskesmas Minas, jenazah kemudian disemayamkan di Jambur KM 37 Minas Barat sembari menunggu keluarga korban ditemukan.
Penghulu Kampung Minas Barat, Riduan, terlihat ikut mendampingi sejak dari puskesmas hingga jenazah tiba di lokasi persemayaman.
Riduan berharap keluarga korban segera ditemukan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik.
Ia juga meminta marga Siagian, khususnya yang berada di wilayah Minas Barat dan sekitarnya, ikut membantu proses penanganan dan pemakaman korban sesuai adat istiadat Batak Kristen.
Riduan turut menyampaikan apresiasi kepada perangkat kampung, ketua RT/RK, tokoh masyarakat, serta warga Minas Barat yang cepat tanggap membantu proses penanganan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada RT, RK, tokoh masyarakat dan seluruh warga Minas Barat yang telah peduli sesama manusia, cepat tanggap membantu sejak awal hingga proses persemayaman berlangsung,” ujarnya.
Identitas Korban Akhirnya Terungkap pada Malam Hari

Setelah sempat belum diketahui identitasnya selama beberapa jam, identitas korban akhirnya berhasil diketahui pada Sabtu malam.
Keluarga dari pihak mantan istri korban datang dari wilayah KM 82 Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, didampingi Marbun, Ketua RT 03 RK 07 Kampung Kandis.
Mereka datang bersama seorang anak laki-laki yang diketahui merupakan anak kandung korban, berusia sekitar 9 tahun.
Pihak keluarga membawa sejumlah dokumen berupa fotokopi SIM A dan surat nikah korban dengan mantan istrinya. Dari dokumen tersebut diketahui korban bernama Demagus Siagian.
Menurut keterangan keluarga, Demagus telah lama bercerai dengan anak perempuan mereka. Namun anak laki-laki korban telah diasuh keluarga mantan istrinya sejak masih bayi.
Karena itu, anak korban selama ini tinggal bersama keluarga dari pihak mantan istri di Kandis.
Meski identitas korban telah diketahui, hingga proses pemakaman selesai digelar, keluarga kandung korban seperti orang tua maupun saudara kandung belum datang ke lokasi dan belum diketahui keberadaannya.
PAC GRIB Jaya Minas Dampingi hingga Pemakaman

Di tengah situasi tersebut, aksi kemanusiaan juga datang dari Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Minas, Imanuel Ginting.
Ia turun langsung membantu proses penanganan korban sejak jenazah disemayamkan di Jambur KM 37 yang diketahui merupakan milik pribadinya.
Imanuel juga mengerahkan anggotanya untuk berjaga mendampingi jenazah sepanjang malam.
Tidak hanya itu, PAC GRIB Jaya Minas juga ikut membantu mencarikan lokasi pemakaman, menyiapkan liang kubur, hingga mendampingi proses pemakaman sampai selesai.
“Kami bergerak karena rasa kemanusiaan. Ketika melihat ada korban yang membutuhkan bantuan dan belum ada keluarga kandung yang mendampingi, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu,” ujar Imanuel.
Menurutnya, bantuan tersebut murni bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
“Kami bersama anggota membantu dari awal. Dari menjaga di Jambur, mencarikan tempat pemakaman, sampai membantu menggali kubur agar korban bisa dimakamkan dengan layak,” katanya.
Dimakamkan di Pemakaman Umat Kristiani Minas Barat

Setelah seluruh proses berjalan, jenazah Demagus Siagian akhirnya dimakamkan pada Minggu siang sekitar pukul 11.30 WIB di pemakaman umum umat Kristiani Kilometer 32 Minas Barat.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan bantuan masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, PAC GRIB Jaya Minas, serta pihak perusahaan yang turut membantu sejak awal penanganan korban.
Peristiwa ini menyita perhatian warga Minas Barat, bukan hanya karena kecelakaan maut yang terjadi di jalan lintas Pekanbaru–Duri, tetapi juga karena besarnya rasa kepedulian masyarakat yang bersama-sama membantu penanganan korban hingga dimakamkan secara layak meski keluarga kandungnya belum berada di lokasi.***