Karhutla Menggila, Ratusan Hektare Terbakar di Pulau Terluar Pelalawan

Kamis, 12 Februari 2026 | 22:28:48 WIB
Karhutla Menggila, Ratusan Hektare Terbakar di Pulau Terluar Pelalawan

PEKANBARU,CATATAN RIAU.COM,: – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan wajah ekstremnya. Ratusan hektare lahan dilaporkan terbakar di sejumlah titik di Kabupaten Pelalawan, Riau, mengancam keberadaan Pulau Mendol sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Api melahap lahan di Desa Teluk Beringin, Sungai Upih, Kelurahan Teluk Dalam, Desa Sokoi, Desa Sungai Solok, hingga Pulau Muda. Kawasan ini dikenal sebagai sentra penghasil kelapa strategis yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir. 
Kobaran api yang meluas membuat warga dihantui ancaman kehilangan sumber penghidupan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, SPi., MSi, hingga Kamis (12/2/2026) malam menyampaikan bahwa tim gabungan masih berjibaku di lapangan. Personel Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNI, serta Polri terus melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Masih proses pemadaman dan pendinginan di Sungai Upih, Teluk Beringin, Kelurahan Teluk Dalam, Desa Sokoi, Desa Sungai Solok dan Pulau Muda. Data harian menyusul karena anggota di lapangan kesulitan mengirim laporan dan foto akibat sinyal yang tidak bagus,” ujar Zulfan.

Kondisi medan yang bergambut dan mengering diperparah angin kencang, membuat api cepat merambat dan nyaris menghanguskan sebagian besar pulau. Perkebunan kelapa yang selama ini menjadi sandaran ekonomi warga banyak yang terdampak. Akses menuju lokasi juga sulit, memperlambat distribusi logistik dan suplai air.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan kebakaran di Pulau Mendol diduga kuat dipicu aktivitas pembukaan lahan oleh oknum tak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa Pulau Mendol merupakan wilayah strategis yang harus dijaga karena posisinya sebagai pulau terluar.

“Pulau Mendol adalah daerah penghasil kelapa penting dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kami terus mengerahkan personel agar api segera padam sepenuhnya dan dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” jelas Ferdian.

Ancaman serupa juga terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Tim Manggala Agni Daops Dumai berhadapan dengan kebakaran di Desa Rantau Bais, kawasan dengan karakteristik gambut dalam dan minim sumber air. Situasi ini mengingatkan pada tragedi kebakaran hebat tahun 2025 lalu yang menyelimuti wilayah tersebut dengan asap tebal. Di Bengkalis, tepatnya Desa Sepahat dan Tanjung Leban, sinergi lintas sektoral mulai membuahkan hasil.

Petugas fokus membuat sekat bakar guna melindungi kawasan konservasi dari rembetan api. Sementara di Kabupaten Siak, tim memasuki tahap krusial mopping up atau pendinginan bara di dalam gambut untuk mencegah kebakaran berulang.

Karhutla bahkan merambah ke Kepulauan Riau. Kawasan Hutan Lindung Tiban di Kota Batam ikut terbakar, memaksa Manggala Agni Daops Batam bergerak cepat bersama kelompok tani melakukan pemadaman darurat agar api tidak meluas ke permukiman.

Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel SH MH menyebutkan bahwa api di wilayahnya telah padam pada malam hari, namun titik panas masih terpantau. “Kami terus melaksanakan pendinginan di titik-titik panas,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Teluk Meranti Ipda Boby Even SH MH menyatakan pihaknya masih melakukan pemadaman intensif di Desa Pulau Muda. Dengan kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang, pemerintah diingatkan untuk memperkuat strategi pencegahan agar bencana asap tidak kembali menjadi krisis besar yang melumpuhkan wilayah pesisir dan pulau terluar Indonesia.****

Terkini