Rohul, Catatanriau.com — Persukuan Melayu Rantau Kasai (PMRK) menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk upaya adu domba yang diduga dilakukan PT Agrinas Palma Nusantara terhadap masyarakat adat Melayu, khususnya antara masyarakat Melayu Rantau Kasai dan Luhak Tambusai.
Pernyataan sikap itu disampaikan dalam pertemuan besar masyarakat adat yang digelar di Pintu Gerbang Simpang Torganda, Kecamatan Tambusai Utara, Sabtu (31/1/2026), yang dihadiri ribuan anak kemenakan, datuk adat, serta tokoh masyarakat setempat.
Dubalang Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Rantau Kasai, M. Jamil S., menegaskan bahwa pihaknya tetap mengakui keberadaan Luhak sebagai payung adat, namun menolak jika lembaga adat dijadikan alat untuk menguasai wilayah adat lain yang memiliki struktur dan batas wilayah sendiri.
"LKA Luhak itu lembaga adat, bukan penguasa wilayah. Setiap wilayah adat punya hak, struktur, dan kedaulatannya masing-masing. Itu harus dihormati," tegas Jamil di hadapan masyarakat.
Ia juga menegaskan, Persukuan Melayu Rantau Kasai menolak segala bentuk klaim maupun aktivitas yang mengatasnamakan perusahaan di wilayah adat mereka. Dugaan keterlibatan korporasi dalam memecah persaudaraan adat dinilai berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
Sekitar 5.000 anak kemenakan Melayu Rantau Kasai hadir menyuarakan satu sikap bersama untuk menjaga persatuan adat Melayu serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak keharmonisan masyarakat.
"Hak ulayat kami seluas 11.000 hektare adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun," tegas Tomy Brian, Pagar Nogoi anak kemenakan Melayu Rantau Kasai.
Masyarakat adat juga menilai aktivitas perusahaan tersebut berpotensi mengganggu kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu hingga Provinsi Riau, sehingga perlu perhatian serius semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, PMRK juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai tetap profesional dan netral dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kapolsek Tambusai Utara, Kapolsek Tambusai, Kapolres Rokan Hulu hingga Kapolda Riau yang dinilai konsisten menjaga kamtibmas dan menjadi pengayom masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Polri yang menjaga keamanan secara adil dan profesional. Bravo Polri," tutup pernyataan masyarakat adat.***