Geger! Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Sawit Kampung Rantau Bertuah, Polsek Minas Lakukan Olah TKP

Jumat, 30 Januari 2026 | 17:40:39 WIB

Siak, Catatanriau.com – Warga Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Jumat (30/1/2026) pagi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di kebun kelapa sawit milik warga. Korban ditemukan tergeletak terlentang di jalan kebun, masih memegang alat panen sawit, memicu kepanikan dan rasa takut warga sekitar.

Korban diketahui bernama Bukhori bin Sukardi (61), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kampung Rantau Bertuah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan mulai dikerumuni lalat, menandakan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H.,S.I.K.,MH., melalui Kapolsek Minas, KOMPOL Syahrizal, S.E., M.H., M.Si., membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.

“Begitu mendapat informasi, personel Polsek Minas langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di kebun sawit warga,” ujar Kompol Syahrizal.

Yang membuat suasana semakin mencekam, saat ditemukan korban masih memegang sebila tojok di tangan kanan dan karung brondolan di tangan kiri. Di bawah kaki korban juga terdapat satu tandan buah kelapa sawit, seolah-olah korban sedang beraktivitas memanen sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal dunia.

Korban mengenakan kaos oblong lengan pendek, celana pendek, sepatu tali warna putih, serta topi. Posisi tubuh yang masih lengkap dengan peralatan kerja membuat warga menduga korban meninggal secara mendadak saat berada di kebun.

Saksi pertama yang menemukan korban, Sutandi (47), mengaku terkejut saat melihat tubuh korban tergeletak di jalan kebun. Ia awalnya mengira korban hanya beristirahat.

“Saat saya dekati, saya lihat sudah banyak lalat biru di sekitar mulut korban. Saat itu saya sadar beliau sudah meninggal,” ungkap Kapolsek Minas mengutip keterangan saksi.

Sutandi kemudian menghubungi Ketua RT setempat, Riyanto (54). Sekitar satu jam kemudian, ambulans bersama pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Minas melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana.

“Dari hasil visum luar oleh pihak Puskesmas Minas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sebab medis, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan,” jelas Kompol Syahrizal.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi serta rekaman video pernyataan dari perwakilan keluarga.

“Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan meminta agar jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan. Kami menghormati keputusan keluarga dan tetap mendokumentasikan seluruh proses sesuai prosedur,” tegas Kapolsek Minas.

Hingga saat ini, situasi di lokasi penemuan telah kembali kondusif. Polisi memastikan akan terus memantau dan siap melakukan pendalaman apabila ditemukan perkembangan baru terkait kematian korban.***

Terkini