Pipa Gas Meledak Tengah Malam, Warga Desa Tani Makmur Mengungsi Dalam Kepanikan

Jumat, 09 Januari 2026 | 13:58:46 WIB

Inhu, Catatanriau.com — Warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dikejutkan oleh suara ledakan keras yang berasal dari pipa gas pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. Ledakan tersebut terdengar menggelegar dan disertai suara menyerupai deru pesawat tempur, membuat suasana malam berubah mencekam.

Suara ledakan yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga yang tengah terlelap panik dan berhamburan keluar rumah. Sebagian warga bahkan terpaksa mengungsi ke desa tetangga karena khawatir terjadi kebakaran susulan akibat semburan gas yang terus keluar dari dalam tanah.

Kepala Desa Tani Makmur, Muhammad Sulistiono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pipa gas yang melintas di wilayah desanya mengalami ledakan pada tengah malam.

“Benar, pipa gas yang berada di desa kami meledak tadi malam,” ujar Sulistiono saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pipa gas tersebut tertanam di dalam tanah dengan kedalaman sekitar tiga meter. Setelah ledakan terjadi, gas terus menyembur keluar disertai lontaran tanah yang terdorong kuat hingga mencapai rumah warga. Jarak antara pemukiman dan titik pipa yang meledak diketahui hanya sekitar 25 hingga 30 meter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat semburan tanah dan tekanan gas. Kepanikan warga semakin meningkat karena khawatir muncul api yang dapat mengancam keselamatan.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak desa segera menghubungi PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Tak berselang lama, sekitar tiga personel PT TGI tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Berdasarkan keterangan pihak PT TGI pada malam kejadian, aliran gas dari pipa di wilayah Belilas, Kecamatan Seberida, serta Lirik, Kecamatan Lirik, langsung ditutup untuk mencegah risiko lebih lanjut. Namun demikian, semburan gas masih berlangsung sekitar satu jam setelah penutupan dilakukan.

Setelah situasi dinyatakan lebih aman, warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan mengungsi dalam kondisi darurat, hanya mengenakan sarung dan singlet saat meninggalkan rumah.

Hingga saat ini, pihak PT TGI masih melakukan proses perbaikan di lokasi kejadian dan warga diminta untuk tidak mendekati area pipa. 

“Kondisi sudah kembali kondusif dan warga sudah pulang ke rumah, namun perbaikan masih terus dilakukan,” pungkas Kepala Desa.***

Terkini