Kodam XIX/TT Benarkan Dua Oknum TNI Terlibat Insiden Viral di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru

Jumat, 26 Desember 2025 | 12:14:30 WIB
Foto ilustrasi

Pekanbaru, Catatanriau.com — Insiden viral yang memperlihatkan cekcok hingga dugaan pelepasan tembakan di sebuah rumah makan yang juga digunakan sebagai tempat cucian kendaraan di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (23/12/2025), masih menjadi perhatian publik.

Menanggapi peristiwa tersebut, TNI Angkatan Darat melalui Kodam XIX/Tuanku Tambusai membenarkan adanya keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam insiden tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX/TT, Letkol MF Rangkuti.

“Benar, ada dua orang anggota dari Kompi Kavaleri 6 Rajawali Bhakti Tama. Saat ini kasusnya masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan oleh unsur Intel dan Pomdam,” ujar Letkol MF Rangkuti kepada awak media, Kamis (25/12/2025), sebagaimana dikutip dari Riauonline.co.id.

Menurut Kapendam, kedua oknum tersebut diduga terlibat dalam perkelahian dan cekcok yang terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Insiden itu sempat membuat suasana di lokasi kejadian menjadi mencekam dan memicu kepanikan warga sekitar.

Letkol MF Rangkuti menegaskan, Kodam XIX/Tuanku Tambusai berkomitmen penuh untuk menegakkan hukum dan tidak akan menutup-nutupi proses penanganan perkara apabila terbukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.

“Kami tidak menutupi. Kalau memang bersalah, akan kami tindak tegas. Masyarakat tidak perlu ragu dengan komitmen kami dalam penegakan hukum, khususnya kepada anggota kami sendiri,” tegasnya, sebagaimana dikutip dari Riauonline.co.id.

Ia menambahkan, prinsip profesionalitas dan supremasi hukum merupakan pegangan utama Kodam XIX/TT dalam menangani setiap dugaan pelanggaran, baik yang bersifat disiplin maupun pidana.

“Kalau bersalah, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku dan tidak akan dilindungi,” lanjut Letkol MF Rangkuti, mengacu pada pemberitaan Riauonline.co.id.

Saat ini, kata Kapendam, kedua oknum TNI tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim gabungan dari unsur Intelijen dan Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) XIX/Tuanku Tambusai. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penentuan sanksi yang akan dijatuhkan.

Insiden yang terjadi pada Selasa (23/12/2025) itu sebelumnya sempat dikaitkan dengan isu debt collector atau mata elang yang belakangan marak dibicarakan di masyarakat. Namun pihak Kodam memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah teridentifikasi dan proses penanganan kasus dilakukan sesuai hukum yang berlaku di lingkungan militer.

Hingga berita ini diterbitkan, Kodam XIX/Tuanku Tambusai masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Pomdam XIX/TT dan berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik seiring berjalannya proses hukum.

Catatanriau.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikannya secara berimbang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.***

Terkini