PMII Siak Gelar Aksi di Polres Siak, Desak Penegakan Hukum atas Ilegal Logging, Gelper, dan Mafia BBM

Selasa, 23 Desember 2025 | 14:42:27 WIB

Siak, Catatanriau.com — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Siak di bawah naungan PC PMII Kota Pekanbaru menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Siak, Selasa (23/12/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus pernyataan sikap mahasiswa terhadap kondisi penegakan hukum di Kabupaten Siak yang dinilai semakin memprihatinkan.

Dalam aksi itu, PMII Siak menyoroti maraknya dugaan kejahatan lingkungan dan kejahatan terorganisir yang hingga kini dinilai belum ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Berdasarkan temuan lapangan, pemberitaan media, serta keresahan masyarakat, PMII menilai telah terjadi pembiaran sistematis terhadap sejumlah dugaan pelanggaran hukum di wilayah hukum Polres Siak.

Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain dugaan praktik ilegal logging yang merusak kawasan hutan dan lingkungan hidup secara masif, namun minim tindakan hukum yang tegas. Selain itu, PMII juga menyoroti dugaan beroperasinya gelanggang permainan (gelper) yang disinyalir mengandung unsur perjudian dan terkesan kebal hukum. Tak hanya itu, dugaan pembiaran terhadap aktivitas mafia BBM ilegal yang dinilai merugikan negara dan mencederai rasa keadilan masyarakat turut menjadi tuntutan utama dalam aksi tersebut.

PMII Siak menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya kinerja, pengawasan, serta komitmen penegakan hukum oleh Polres Siak. Situasi tersebut dinilai berdampak langsung pada menurunnya kepercayaan publik dan melemahnya wibawa institusi kepolisian di mata masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, PMII Siak menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak Kapolres Siak untuk bekerja secara maksimal, profesional, dan transparan, serta segera menindak tegas seluruh praktik ilegal logging, gelper, dan mafia BBM tanpa pandang bulu. PMII juga menuntut agar progres penanganan kasus-kasus tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi.

Lebih lanjut, PMII Siak mendesak Kapolda Riau untuk mencopot Kapolres Siak karena dinilai gagal menciptakan penegakan hukum yang adil dan berkeadilan. Selain itu, PMII juga meminta pencopotan Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Siak yang dianggap tidak maksimal dalam menjalankan fungsi penyelidikan, pengawasan, serta penindakan terhadap kejahatan terorganisir. PMII turut menuntut pembentukan tim independen guna mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal logging, gelper, dan mafia BBM di Kabupaten Siak.

Dalam narasi aksinya, PMII Siak juga menegaskan akan menggelar aksi lanjutan apabila aspirasi yang disampaikan tidak diindahkan. Mereka menyatakan siap turun kembali dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk tekanan moral dan politik agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan berkeadilan.

Koordinator aksi PMII Siak, Riyan Azhari, menyampaikan bahwa Kabupaten Siak yang selama ini dikenal sebagai daerah asri dan kaya akan kawasan hutan kini justru mengalami kerusakan lingkungan yang serius.

“Siak dikenal sebagai daerah yang asri dan memiliki banyak hutan, namun faktanya hari ini hutan kita sudah gundul. Kami menduga ada oknum kepolisian yang turut terlibat atau melakukan pembiaran sehingga praktik ilegal logging dapat berjalan mulus. Jika aspirasi kami tidak diindahkan, kami pastikan akan turun kembali dengan massa yang jauh lebih besar,” tegas Riyan.

PMII Siak menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian moral dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan, menegakkan supremasi hukum, serta memperjuangkan keadilan sosial.***

Laporan : Tiyna

Terkini