Petani di Rantau Langsat Diserang Tiga Ekor Harimau Saat Cari Damar di Hutan Sungai Balam

Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:57:32 WIB

Inhu, Catatanriau.com – Warga Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu digegerkan dengan peristiwa serangan harimau terhadap seorang petani pencari damar pada Senin (20/10/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Butet alias Bantet (27), warga setempat yang sehari-hari bekerja mencari damar di kawasan hutan Sungai Balam. Ia mengalami luka cukup serius akibat gigitan dan cakaran harimau liar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 07.30 WIB korban berangkat ke hutan untuk mencari damar seperti biasanya. Saat tiba di daerah Sungai Balam, korban sempat mendengar suara auman harimau, namun tetap melanjutkan pekerjaannya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, tiga ekor harimau tiba-tiba muncul dari semak belukar dan langsung menerkam korban. Salah satu harimau menggigit kaki kiri korban, sementara yang lain menggigit lutut kanannya. Korban berusaha melawan dengan menendang dan memukul hewan buas tersebut hingga akhirnya ketiganya pergi meninggalkan lokasi.

Dalam kondisi terluka, korban berlari sejauh ±45 menit menuju pondok terdekat. Warga di pondok kemudian menolong dan berjalan kaki selama sekitar 1,5 jam menuju pemukiman Dusun Nunusan untuk meminta bantuan. Dari sana, korban dievakuasi menggunakan transportasi air ke Dusun Lemang, dan selanjutnya dibawa dengan ambulans desa ke Puskesmas Batang Gansal.

Dr. Hary, dokter yang menangani korban di Puskesmas Batang Gansal, membenarkan bahwa korban mengalami luka gigitan pada bagian kaki dan lutut.
“Korban akan segera dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resort Siambul, Roni Gultom, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
“Kami akan menindaklanjuti dengan pengawasan di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak TNBT untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian di kawasan hutan yang menjadi habitat harimau Sumatera. Warga juga diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.

Peristiwa ini menambah daftar ancaman satwa dilindungi terhadap warga di sekitar kawasan hutan TNBT yang selama ini menjadi wilayah jelajah harimau Sumatera.***

Terkini