Kejari Pekanbaru Belum Berani Ungkap Skandal Dugaan Korupsi Makan Minum 4 Pimpinan DPRD Riau

Senin, 27 November 2023 | 13:44:10 WIB

Pekanbaru, Catatanriau.com | Meski sudah memasuki hampir dua bulan laporan skandal dugaan korupsi pengadaan logistik rumah tangga untuk empat pimpinan Anggota Dewan Provinsi Riau tahun anggaran 2021 lalu, dilaporkan DPN Pemuda Tri Karya (PETIR) ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru sejak Senin (16/10/2023) lalu. Namun, hingga kini belum ada perkembangan yang berarti dilakukan pihak Kejari tersebut hingga kini.

Entah tidak sudi atau sungkan, jawaban yang selalu didapatkan dari pihak Kejari Pekanbaru kepada media ini, kerap mendapat jawaban normatif dan terkesan mengembang. Sementara disisi lain, penegakan hukum yang dilakukan pihak Kejaksaan Agung dan jajarannya maupun di daerah lain, sangat membanggakan publik saat ini, hingga mendapat penilaian yang sangat prestasius.

"Kenapa setiap penegakan hukum korupsi di Kejari Pekanbaru, agak melempem ya. Apakah peyidiknya kurang atau malas. Ini semestinya tidak terjadi, karena yang namanya laporan dugaan korupsi sudah menjadi atensi dari pimpinan dan kesepakatan bersama untuk memberantas korupsi di Indonesia," kata Ketum DPN Pemuda Tri Karya (PETIR) Jackson Sihombing kepada Warawan, Senin (27/11/2023) di Pekanbaru.

Jackson juga sangat menyayangkan mengapa hingga kini Korps Adhyaksa dibawah Pimpinan Asep Sontani SH, MH, dinilai belum berani mengungkap dugaan korupsi pengadaan makan minum empat Pimpinan DPRD Provinsi Riau itu.

"Hampir 2 bulan laporan kami masuk, tindakan Kajari Kota Pekanbaru untuk membongkar skandal pengadaan logistik pimpinan DPRD yang dianggarkan Pada zaman Covid 19 masih zonk alias nihil," ungkapnya.  

Ia juga menduga Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru sepertinya mendapat intervensi dari Pimpinan DPRD provinsi Riau.

"Kita menduga kejari pekanbaru ada di intervensi oleh pimpinan DPRD, karena sampai sekarang tengku aznom selaku PPK pada kegiatan tersebut belum ada diklarifikasi ataupun dipanggil pihak Kejari, kenapa," tanya Jackson.

Tidak sampai disitu, Jackson juga mengatakan masyarakat provinsi Riau untuk berhati-hati memilih wakil rakyat untuk Tahun 2024 mendatang.

"Seharusnya masyarakat riau tahu, ini dampak kurangnya Responsif seorang wakil rakyat. Sampai sekarang mereka aman dan tidak tersentuh, masyarakat harus hati hati memelih Wakil Rakyat kedepannya," ulas Jackson.

Halaman :

Terkini