Dumai, Catatanriau.com – Semangat dan kebanggaan budaya menyelimuti halaman Sekretariat Kerukunan Melayu Bersatu Dumai (KMBD), Kamis (25/6/2026) pagi. Di tengah suasana haru yang mengiringi pelepasan, kontingen Sanggar Sri Bintang Dumai Barat resmi bertolak menuju Kota Medan, Sumatera Utara, untuk mengikuti ajang bergengsi Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2026.
Keberangkatan para seniman muda ini bukan sekadar perjalanan menuju sebuah perlombaan, melainkan membawa misi besar memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Dumai di panggung nasional. Dengan menggunakan armada PO Bintang Utara, rombongan dijadwalkan tiba di Medan pada 26 Juni 2026 guna mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 27 hingga 30 Juni 2026 di Lapangan Merdeka Medan.

Setibanya di lokasi, para penari akan langsung menjalani latihan dan penyesuaian panggung. Persiapan tersebut dianggap penting mengingat karakter panggung terbuka memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi pencahayaan, tata suara, maupun ruang gerak penampilan.
Pada perhelatan budaya yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu, Sanggar Sri Bintang memilih menampilkan Tari Tampi, salah satu tarian yang sarat nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu.
Pemilihan Tari Tampi bukan tanpa alasan. Tarian tersebut dinilai paling mampu merepresentasikan identitas budaya Melayu yang lekat dengan kesederhanaan, kerja keras, ketelitian, dan rasa syukur.
“Tari Tampi adalah cerminan kehidupan masyarakat Melayu. Di balik gerakannya yang lembut tersimpan pesan tentang ketekunan, kesabaran, dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan,” ujar perwakilan Sanggar Sri Bintang.
Tari Tampi sendiri terinspirasi dari aktivitas para perempuan Melayu saat membersihkan beras menggunakan tampi atau nyiru yang dianyam dari rotan. Gerakan yang luwes dan harmonis menggambarkan ketelitian dalam bekerja, sementara bagian akhir tarian menampilkan ekspresi kegembiraan sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Keindahan pertunjukan ini tidak lepas dari sentuhan koreografi penata tari Erma Nordin, yang selama berbulan-bulan melakukan penggalian terhadap gerak-gerak tradisional sebelum meramunya menjadi sajian yang segar dan relevan tanpa meninggalkan akar budaya.
Sanggar Sri Bintang berada di bawah binaan Datuk Chandra Abdul Gani, yang juga menjabat sebagai Ketua Kerukunan Melayu Bersatu Dumai (KMBD). Dalam sambutannya saat pelepasan kontingen, ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam GEMES 2026 merupakan bentuk komitmen untuk menjaga sekaligus mempromosikan warisan budaya Melayu kepada khalayak yang lebih luas.
Menurutnya, para penari yang berangkat membawa nama baik Kota Dumai dan menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan seni daerah kepada masyarakat Nusantara.
Dukungan masyarakat Dumai pun mengalir deras. Berbagai unggahan di media sosial dipenuhi doa dan harapan agar kontingen mampu memberikan penampilan terbaik. Foto-foto latihan yang dibagikan warga mendapat banyak respons positif, menjadi bukti besarnya dukungan terhadap perjuangan para seniman muda tersebut.
“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar kami dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Dumai di tingkat nasional,” ungkap salah seorang anggota kontingen.
Saat bus yang membawa rombongan perlahan meninggalkan Kota Dumai, lambaian tangan para penari dari balik jendela menjadi simbol harapan yang dibawa menuju Medan. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang kekayaan nilai, tradisi, dan kearifan budaya Melayu.
Kini, harapan masyarakat Dumai turut mengiringi langkah Sanggar Sri Bintang. Semoga Tari Tampi mampu memikat perhatian penonton, mengukir prestasi membanggakan, dan semakin mengharumkan nama Kota Dumai di panggung budaya Nusantara.***
