Rumah Singgah Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu Mulai Dibangun di Siak

Rumah Singgah Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu Mulai Dibangun di Siak

Siak, Catatanriau.com – Upaya menghadirkan fasilitas pendukung bagi masyarakat kurang mampu yang menjalani pengobatan di Kabupaten Siak mulai direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Siak bersama sejumlah lembaga dan pihak swasta memulai pembangunan Rumah Singgah Kesehatan yang diperuntukkan secara gratis bagi pasien serta keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dilakukan oleh Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal dalam agenda peluncuran Bulan Wakaf Nasional yang digelar di halaman Graha Baznas Kabupaten Siak, Rabu (24/6/2026).

Program Rumah Singgah Kesehatan menjadi salah satu bentuk implementasi wakaf produktif yang digagas melalui sinergi antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Baznas Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak, kalangan dunia usaha, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan bahwa pembangunan rumah singgah tersebut berangkat dari banyaknya aspirasi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh tempat menginap saat mendampingi anggota keluarga menjalani perawatan medis di RSUD Tengku Rafian Siak.

Menurut Afni, tidak sedikit keluarga pasien yang berasal dari daerah jauh dan memiliki keterbatasan ekonomi sehingga harus menghadapi beban tambahan berupa biaya penginapan selama masa pengobatan.

“Banyak keluhan yang saya terima dari masyarakat, khususnya keluarga pasien yang datang berobat ke Siak. Mereka sering mengalami kesulitan mencari tempat tinggal sementara karena keterbatasan biaya. Kami berharap rumah singgah ini nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Afni menegaskan, wakaf tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembangunan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Karena itu, ia menilai keberhasilan pembangunan daerah memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui semangat kolaborasi dan gotong royong.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan, untuk terus memperkuat budaya wakaf demi mendukung lahirnya berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Yang kami lakukan bukan sekadar mengajak berdonasi, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa wakaf dapat menjadi amal jariyah yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Semoga apa yang kita lakukan menjadi keberkahan bagi semua,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang juga menjabat sebagai Ketua BWI Kabupaten Siak menjelaskan bahwa rumah singgah akan dibangun di atas lahan milik Baznas Kabupaten Siak. Fasilitas tersebut nantinya difungsikan sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang menjalani proses pengobatan.

Ia menyebutkan, bangunan tersebut direncanakan memiliki sekitar 10 kamar dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp1,2 miliar. Hingga saat ini, dana wakaf yang berhasil dihimpun telah menembus lebih dari Rp100 juta, termasuk kontribusi dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak.

“Ini merupakan program perdana yang kami laksanakan. Rumah singgah ini nantinya dapat digunakan secara gratis oleh pasien dan keluarga pasien yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit tidak lagi terbebani dengan biaya tempat tinggal selama mendampingi keluarga mereka berobat,” jelas Syamsurizal.

Pembangunan rumah singgah ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar satu tahun dengan dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam gerakan wakaf produktif di Kabupaten Siak.

Selain peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah, kegiatan Bulan Wakaf Nasional juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat gerakan wakaf, penyerahan sertifikat tanah wakaf, pemberian santunan kepada 10 anak yatim, serta sosialisasi pengembangan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index