Rohul, Catatanriau.com — Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan sunat massal, di Puskesmas Rambah. Kamis, (18/6/2026) pihak Puskesmas menyiagakan empat tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kepada para peserta. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang memadai, proses khitan dapat dilakukan secara bertahap dan efisien, bahkan satu peserta dapat ditangani dalam waktu sekitar 30 menit.
Kepala UPTD Puskesmas Rambah Kus Aedy, menjelaskan, setelah tindakan medis dilakukan, para orang tua diminta untuk mengikuti seluruh anjuran dokter dan menjaga kebersihan area yang dikhitan agar proses penyembuhan berlangsung dengan baik.
"Yang penting mengikuti arahan dokter dan menjaga kebersihan. Ini penanganan sampai sembuh, sehingga tidak meninggalkan masalah bagi anak," ujarnya.
Terkait pantangan pasca khitan, ia menegaskan tidak ada larangan khusus mengenai makanan. Namun, anak-anak diimbau menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan benturan atau menyebabkan luka pada bagian yang dikhitan.
"Makanan tidak ada pantangan. Yang penting jangan sampai terkena benturan atau aktivitas yang bisa mengganggu proses penyembuhan," katanya.
Menurutnya, masa pemulihan umumnya berlangsung cukup cepat. Dalam waktu sekitar satu minggu hingga dua minggu, kondisi peserta sudah berangsur membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pelaksanaan sunat massal sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan Puskesmas, Dinas Kesehatan, serta Tim Penggerak PKK. Momentum libur sekolah dimanfaatkan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan nyaman sekaligus menikmati masa pemulihan tanpa mengganggu aktivitas belajar.
Selain itu, Kus Aedy juga menjelaskan bahwa relokasi pelayanan ke gedung baru dilakukan sebagai bagian dari penataan layanan kesehatan. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena seluruh pelayanan tetap berjalan dengan baik.
Saat ini, pelayanan di Puskesmas telah mengikuti sistem klaster, meliputi klaster manajemen, layanan kesehatan ibu dan anak, serta layanan kesehatan lainnya yang terintegrasi.
Seluruh pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tersedia secara gratis. Pihak Puskesmas juga terus mendorong kepesertaan BPJS Kesehatan seiring capaian Universal Health Coverage (UHC) di daerah yang telah mencapai sekitar 98 persen.
"Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Saat ini cakupan UHC sudah mencapai 98 persen, sehingga akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin mudah," pungkasnya.***
