Dumai, Catatanriau.com — Keberadaan sejumlah cafe di Jalan PU Lama, RT 15 dan 16, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, belakangan menjadi sorotan tajam warga. Tempat yang semula diklaim sebagai usaha mandiri atau lapo tuak (warung tuak) tradisional ini justru disinyalir menjelma menjadi pusat hiburan malam yang menyediakan wanita penghibur (LC) dan minuman beralkohol berbagai jenis.
Berdasarkan pengaduan masyarakat, aktivitas di cafe-cafe tersebut sudah berlangsung lama dan cenderung dibiarkan. Padahal, lokasinya berada pada menuju perusahaan tersohor.
"Sangat miris. Beberapa kali tempat ini jadi tujuan happy-happy. Ironisnya, mereka berkedok lapo tuak tapi kenyataannya menyediakan LC yang didatangkan dari berbagai daerah, bahkan bukan warga Dumai," ujar seorang sumber warga yang enggan disebut identitasnya, Senin (15/6/2026).
Tak hanya itu, minuman beralkohol dengan kadar di atas nol persen juga dijual bebas. Beberapa jenis seperti bir, anggur merah, soju, hingga minuman tradisional kawa-kawa ditemukan di lokasi. Namun, hal aneh sempat terungkap ketika satuan pamong praja tersebut tempat disebut menganggap botol-botol minuman keras itu sebagai "botol buat pondasi".
"Lucu sekaligus memprihatinkan. Anggur merah dan soju dibilang botol dtlp pondasi. Seolah ada upaya meninabobokkan pemerintah," keluh sumber yang sama.
Warga juga mengeluhkan keributan dan perkelahian yang kerap terjadi akibat persoalan asmara yang melibatkan LC dan pengunjung. Hal ini dinilai sudah mengganggu ketentraman dan kenyamanan lingkungan.
"Kota Dumai yang dikenal sebagai kota idaman, kini seperti kota dengan gemerlap dunia malam yang liar. Kami curiga praktik ini sudah terorganisir, mulai dari pendatangan wanita, suplai minuman, hingga upaya mengelabui aparat," tegas warga lainnya.
Warga berharap pemerintah setempat, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kepolisian segera bertindak tegas. Mereka meminta aparat untuk menyisir dan menertibkan cafe-cafe berkedok lapo tuak tersebut.
"Jangan sampai aparat dianggap kompromi. Kami minta pihak kelurahan, camat, dan Polres Dumai turun langsung. Jangan hanya razia pura-pura," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kecamatan Sungai Sembilan dan Satpol PP Dumai belum memberikan tanggapan resmi.***
