PELALAWAN, CATATANRIAU.COM — Peristiwa kecelakaan kerja tragis terjadi di Dermaga PT Selaras Abadi Utama (SAU), Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama T Said Muhardi (42) meninggal dunia setelah terjadi ledakan hebat saat proses pengelasan lantai ponton yang sedang diperbaiki, Kamis (14/5/2026).
Kepala Desa Petodaan Azwir membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu korban bersama rekan-rekannya sedang melakukan perbaikan lantai ponton yang bocor di Jetty Petodaan. Ponton tersebut diketahui tengah bersandar sambil menunggu muatan kayu untuk dikirim ke PT RAPP.
“Korban sedang bekerja mengelas lantai ponton yang bocor. Saat proses pengelasan terjadi ledakan yang mengakibatkan korban terlempar ke sungai,” ujar Azwir membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK juga membenarkan adanya kecelakaan kerja di Dermaga PT SAU Desa Petodaan. Pada Jumat (15/5/2026), Kapolres menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan yang terjadi saat proses pengelasan berlangsung.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban bersama Suardi, M Miran, dan Junaidi memperbaiki lantai tongkang menggunakan mesin las jenis dompeng. Perbaikan dilakukan karena kondisi lantai tongkang koyak dan mengganggu aktivitas mobil Fuso pengangkut kayu yang akan parkir di atas ponton tersebut.
Sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban T Said Muhardi bersama Suardi sedang melakukan pengelasan dengan jarak sekitar satu meter, tiba-tiba terjadi ledakan hebat di area lantai tongkang yang diperbaiki. Ledakan tersebut menyebabkan lantai tongkang terbuka dan dinding tongkang jebol hingga korban terlempar bersama pecahan besi ke Sungai Kampar.
Korban sempat dinyatakan hilang setelah terjatuh ke sungai. Warga dan rekan kerja bersama pihak terkait melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, untuk disemayamkan.
Polisi yang turun ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencatat keterangan sejumlah saksi, di antaranya Suardi, M Miran, dan Junaidi yang berada di lokasi saat kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab ledakan dan akan melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memastikan faktor penyebab kecelakaan kerja yang merenggut nyawa tersebut.****
