Selatpanjang, Catatanriau.com — Di tengah upaya penyelamatan lingkungan dan penegakan hukum terhadap aktivitas panglong arang di Kepulauan Meranti, muncul keresahan di tengah masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari jalan tengah agar persoalan lingkungan dan ekonomi masyarakat dapat diselesaikan secara bijaksana dan berkeadilan.
Keresahan tersebut turut disuarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kepulauan Meranti dengan melayangkan surat audiensi kepada DPRD Kepulauan Meranti pada Senin, 11 Mei 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong penyelesaian persoalan penutupan panglong arang yang dinilai berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua HMI Cabang Kepulauan Meranti, Mohd Ilham, mengatakan penutupan panglong arang oleh Polda Riau merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk menyelamatkan hutan mangrove di wilayah Kepulauan Meranti. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga berdampak terhadap mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas panglong arang.
“Kami sudah melayangkan surat audiensi ke DPRD Kepulauan Meranti. DPRD sebagai lembaga penampung aspirasi masyarakat harus segera mengambil langkah dan mencari solusi atas persoalan ini. Penegakan hukum yang dilakukan Polda Riau tentu merupakan upaya menjaga kelestarian hutan mangrove, namun di balik itu terdapat persoalan sosial ekonomi masyarakat yang juga perlu diperhatikan,” ujar Ilham.
HMI juga memberikan ultimatum kepada DPRD Kepulauan Meranti agar segera merespons dalam waktu 3×24 jam. Menurut Ilham, persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dan segera dibahas. Jika tidak segera diambil langkah mitigasi, persoalan ini dikhawatirkan dapat berkembang menjadi bola panas di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, HMI mendesak DPRD Kepulauan Meranti untuk segera memfasilitasi dialog dan mencari solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara upaya pelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kepulauan Meranti agar tetap kondusif,” tutupnya.
Laporan : Dwiki
