Meranti, Catatanriau.com - Penutupan dapur arang ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Polda Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) membawa dampak besar bagi masyarakat pesisir. Langkah penegakan hukum tersebut dilakukan setelah terungkapnya praktik perusakan hutan mangrove skala besar di wilayah Kepulauan Meranti.
Namun di balik upaya penyelamatan lingkungan itu, banyak masyarakat yang ikut terdampak, terutama mereka yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas panglong arang. Kondisi tersebut mengetuk kepedulian berbagai pihak untuk ikut membantu warga yang kini mengalami kesulitan ekonomi.
Salah satunya datang dari Alvin Fitrihady, Owner Bu Ro Bakery Selatpanjang yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Kelompok Kecamatan (Kapokcam) Tebingtinggi Badan Gizi Nasional. Alvin ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial berbagi kepada masyarakat Desa Sesap yang terdampak dari penutupan panglong arang.

Kegiatan tersebut digagas oleh pelaku UMKM kuliner dan jajanan lokal “Tentang Rasa” milik Viola Natassa. Dalam aksi sosial itu, Viola mengajak para mitra UMKM yang tergabung dalam usahanya untuk bersama-sama berbagi kepada warga terdampak.
Setiap pelaku usaha diminta menyisihkan satu porsi makanan dari dagangan mereka untuk kemudian dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat Desa Sesap. Ajakan tersebut pun disambut baik oleh Alvin Fitrihady yang tergerak untuk ikut membantu.
Pada kegiatan itu, Alvin memberikan produk bolu gula aren, salah satu olahan rumahan yang juga biasa digunakan sebagai alternatif menu siap saji di dapur MBG. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), balita, dan ibu menyusui (busui), sebagai kelompok yang dinilai paling membutuhkan perhatian dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Alvin mengatakan bahwa persoalan pemenuhan gizi masyarakat tidak boleh terabaikan di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi warga. Menurutnya, kelompok ibu dan anak harus tetap menjadi prioritas utama agar kualitas kesehatan generasi mendatang tetap terjaga.
“Ketika kondisi ekonomi masyarakat terganggu, biasanya yang paling terdampak terlebih dahulu adalah pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Karena itu, kami ingin memastikan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap mendapatkan perhatian, terutama asupan makanan yang baik dan bergizi,” ujar Alvin.
Ia juga menambahkan bahwa upaya kecil yang dilakukan para pelaku UMKM di Meranti diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah situasi yang sulit.
“Sebagai bentuk komitmen bersama, kami terus berupaya memberikan perhatian, kepedulian, dan pelayanan terbaik dengan menempatkan ibu hamil serta ibu menyusui sebagai prioritas utama demi mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang generasi yang lebih baik. Kami percaya, kepedulian sekecil apa pun akan sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” tambahnya.
Kegiatan berbagi tersebut berlangsung dengan melibatkan para pelaku usaha lokal yang secara sukarela menyisihkan sebagian hasil dagangannya untuk masyarakat Desa Sesap. Selain menjadi bentuk bantuan kemanusiaan, kegiatan itu juga menjadi simbol solidaritas sosial masyarakat Kepulauan Meranti di tengah perubahan kondisi ekonomi yang terjadi akibat penutupan panglong arang ilegal.
Laporan : Dwiki
