Siak, Catatanriau.com — Program beasiswa Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya menjadi penopang pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Siak justru menuai polemik. Hingga kini, dana beasiswa yang diperuntukkan untuk pembayaran uang semester dilaporkan belum juga dicairkan, meskipun jadwal pembayaran kuliah telah berjalan.
Kondisi tersebut memicu keresahan serius di kalangan mahasiswa penerima beasiswa PKH yang tengah menempuh pendidikan di Batam. Sejumlah mahasiswa mengaku berada dalam posisi sulit, bahkan terancam tidak dapat mengikuti ujian semester karena belum melunasi kewajiban administrasi kampus.
“Beasiswa ini sangat kami harapkan, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Sementara kampus terus menagih pembayaran. Kami merasa tidak enak karena belum bisa membayar uang semester,” ungkap salah satu mahasiswa dengan nada kecewa.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus selama ini masih memberikan toleransi kepada mahasiswa penerima beasiswa PKH. Namun, kondisi tersebut justru menimbulkan perasaan tidak nyaman karena seolah-olah mahasiswa hanya bergantung pada belas kasihan pihak kampus.
Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan minimnya transparansi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pencairan dana. Kurangnya informasi resmi membuat kebingungan dan kekhawatiran semakin meningkat.
Para mahasiswa berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan yang jelas sekaligus solusi konkret atas permasalahan ini. Percepatan proses pencairan dinilai sangat penting agar tidak merugikan mahasiswa yang sangat bergantung pada bantuan tersebut.
Ketua Umum HMI, Adinesyahgita, turut menyoroti persoalan ini. Ia menegaskan bahwa keterlambatan pencairan beasiswa PKH mencederai komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menghambat proses perkuliahan mahasiswa, khususnya penerima beasiswa PKH asal Siak yang berkuliah di Batam,” tegasnya.***
Laporan : Tiyna
