Proyek Turap Rp 2,9 Miliar di SMAN 2 Batang Gansal Disorot, Lewat Masa Kontrak Namun Kondisi Memprihatinkan

Proyek Turap Rp 2,9 Miliar di SMAN 2 Batang Gansal Disorot, Lewat Masa Kontrak Namun Kondisi Memprihatinkan

Inhu, Catatanriau.com – Proyek pembangunan turap di lingkungan SMAN 2 Batang Gansal yang menelan anggaran sekitar Rp 2,9 miliar menjadi sorotan. Pasalnya, meskipun masa pelaksanaan pekerjaan telah berakhir pada Desember 2025, kondisi di lapangan hingga kini masih jauh dari harapan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area di sekitar bangunan sekolah terlihat berlumpur, tergenang air, serta belum menunjukkan fungsi turap sebagai penahan tanah. Bahkan, kondisi tanah di sekitar bangunan tampak labil dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Proyek tersebut diketahui mulai dikerjakan pada September 2025 dengan target penyelesaian pada Desember 2025. Namun, hingga Maret 2026 atau sekitar tiga bulan setelah masa kontrak berakhir, kondisi fisik pekerjaan dinilai belum layak.

Genangan air yang terlihat di sejumlah titik mengindikasikan sistem drainase yang tidak berjalan optimal. Selain itu, belum tampaknya struktur turap yang kokoh menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor, mengingat lokasi proyek berada di area fasilitas pendidikan.

Sejumlah warga sekitar mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terutama saat hujan turun.

“Kalau hujan makin parah, becek dan air tergenang. Takutnya nanti tanahnya longsor, ini kan dekat sekolah,” ujar salah seorang warga, Rabu (25/03/2026).

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek. Dengan nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, pembangunan turap seharusnya mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap lingkungan sekolah, bukan justru menimbulkan potensi risiko.

Selain itu, keterlambatan penyelesaian proyek juga menjadi perhatian. Jika pekerjaan belum rampung, maka diduga terjadi wanprestasi kontraktor. Sementara jika proyek telah dinyatakan selesai, kondisi di lapangan menimbulkan dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.

Pihak sekolah sendiri diharapkan turut memperhatikan kondisi tersebut, mengingat dampaknya dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar serta membahayakan siswa dan tenaga pendidik.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, terutama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index