Tekankan Networking dan Media, Irfan Khusairi Dorong Kader IMM Lebih Progresif

Tekankan Networking dan Media, Irfan Khusairi Dorong Kader IMM Lebih Progresif

Pekanbaru, Catatanriau.com – Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, Muhammad Irfan Khusairi, A.Md.Kom, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader IMM di Riau agar tidak menjadikan organisasi sekadar formalitas atau ruang penggugur kewajiban.

Menurut Irfan, tantangan mahasiswa hari ini tidak lagi berhenti pada capaian akademik semata, melainkan bagaimana membangun jejaring yang kuat, relevan, dan berkelanjutan sebagai bekal menghadapi dinamika sosial dan dunia kerja.

Aktif Berproses, Bukan Sekadar Ikut

Irfan menyoroti fenomena kader yang hanya tercatat secara administratif dalam struktur organisasi, namun minim kontribusi dan keterlibatan nyata dalam proses kaderisasi maupun program kerja.

“Berorganisasi itu investasi diri. Kalau hanya hadir saat pelantikan lalu menghilang, yang didapat hanyalah lelah tanpa nilai tambah. IMM seharusnya menjadi laboratorium kepemimpinan untuk mengasah soft skill, manajerial, dan kepekaan sosial,” tegasnya.

Mainkan Relasi, Jangan Berhenti di Meja Kopi

Sebagai pengurus yang membidangi media dan komunikasi, Irfan menilai budaya berkumpul atau “ngopi” di kalangan aktivis perlu diarahkan agar lebih produktif dan bernilai strategis. Ia menekankan pentingnya menjadikan setiap pertemuan sebagai ruang membangun relasi dan gagasan.

“Ngopi itu penting untuk ukhuwah, tapi jangan berhenti di meja kopi. Mainkan relasi. Manfaatkan organisasi untuk berjejaring dengan tokoh, alumni, hingga lintas organisasi. Di situlah nilai tambahnya,” ujarnya.

Ia juga merangkum beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian kader IMM, antara lain:
- Networking sebagai aset: Relasi yang dibangun sejak mahasiswa merupakan modal penting pasca-kampus.
- Pemanfaatan media: Kader dituntut melek teknologi dan mampu memanfaatkan media sosial untuk personal branding serta syiar organisasi.
- Kualitas di atas kuantitas: Lebih baik sedikit pertemuan namun menghasilkan eksekusi nyata, dibanding sering berkumpul tanpa progres.

Menutup Kesenjangan Skill

Irfan mengingatkan bahwa dunia kerja dan ruang sosial saat ini semakin kompetitif. Tanpa pengalaman organisasi yang matang dan terarah, mahasiswa akan kesulitan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

“IMM Riau memiliki ruang yang luas untuk berkreasi dan bertumbuh. Jangan jadi penonton di rumah sendiri. Jadilah pemain yang mampu menggerakkan relasi demi kemajuan ikatan dan kemaslahatan umat,” pungkasnya.***

Laporan : Dwiki 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index