PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,: — Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu proposal ITP2I dinyatakan lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kabar membanggakan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I ITP2I, Salmiyati, M.Pd., Ph.D., pada Kamis, 29 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa capaian ini menjadi bukti kualitas dan komitmen sivitas akademika ITP2I dalam mendukung program nasional berbasis pengabdian dan keberlanjutan.
Proposal yang berhasil memperoleh pendanaan berjudul “Pramuka Peduli Bumi: Rehabilitasi Lahan Perkebunan Terdampak Bencana melalui Pemberdayaan Ekonomi Hijau Masyarakat Nagari Guguak Malalo, Sumatera Barat.” Program ini dirancang untuk memulihkan lingkungan pascabencana sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi hijau.
Program tersebut diketuai langsung oleh Salmiyati, M.Pd., Ph.D., dengan melibatkan 51 mahasiswa lintas program studi, yakni Agroteknologi, Teknik Industri, dan Teknologi Pascapanen. Kegiatan ini juga didukung oleh dua dosen pendamping lainnya, sehingga total terdapat tiga dosen yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program.
Secara nasional, Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 mendanai 203 proposal dari 82 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan total keterlibatan 10.090 mahasiswa. Keikutsertaan ITP2I dalam program bergengsi ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan pemulihan dampak bencana.
Prestasi ini semakin bermakna karena dari Provinsi Riau hanya tiga perguruan tinggi yang dinyatakan lolos pendanaan, dan ITP2I menjadi salah satunya. Capaian tersebut mencerminkan daya saing, kualitas akademik, serta konsistensi ITP2I dalam mengembangkan program pengabdian berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan institusi, kegiatan pelepasan mahasiswa dan dosen telah dilaksanakan pada 28 Januari 2026 di Kampus ITP2I. Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Rektor ITP2I, Prof. Dr. Ir. H. Tengku Dahril, M.Sc., yang menyampaikan apresiasi serta harapan agar program ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sasaran.
Dukungan juga datang dari Yayasan Amanah Pelalawan. Ketua Yayasan, Tengku Zulmizan Farinza Assagaff, SE.Ak., CA., M.Si., menyatakan komitmennya dalam mendukung peran perguruan tinggi dan mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan masyarakat dan pemulihan pascabencana.
Tim mahasiswa dan dosen dijadwalkan berangkat menuju Nagari Guguak Malalo, Sumatera Barat, pada 29 Januari 2026. Melalui Program Pramuka Peduli Bumi, ITP2I berharap dapat mendorong pemulihan lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta menghadirkan dampak jangka panjang dari kolaborasi antara kampus dan masyarakat. ****
