Pelalawan Aman dari Banjir Luapan Sungai Kampar

Pelalawan Aman dari Banjir Luapan Sungai Kampar
Alhamdulillah, Kabupaten Pelalawan tahun ini terhindar dari bencana banjir luapan Sungai Kampar. Hingga Minggu, 25 Januari 2026

Pelalawan, Catatanriau.com — Alhamdulillah, Kabupaten Pelalawan tahun ini terhindar dari bencana banjir luapan Sungai Kampar. Hingga Minggu, 25 Januari 2026, banjir yang selama ini menjadi momok warga tidak terjadi, khususnya di wilayah rawan sepanjang Sungai Kampar dan Jalan Lintas Timur Sumatera.

Luapan Sungai Kampar yang pada tahun-tahun sebelumnya kerap memutus akses Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera KM 73 hingga KM 83, kini tidak lagi terjadi. Kawasan pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai pun terpantau aman tanpa genangan air.

Kondisi ini disambut rasa syukur oleh masyarakat. Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir langganan mengaku lega karena aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan.

Sudirman Sirait, salah seorang warga yang tinggal di kawasan Jalan Lintas Timur Pelalawan, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, musim hujan ekstrem telah berlalu dan pembukaan pintu spillway PLTA Koto Panjang yang biasanya memicu banjir besar juga telah selesai tanpa menimbulkan dampak serius.

“Sekarang tidak terjadi lagi banjir yang sangat kami takutkan. Semoga ke depan sudah ada perbaikan agar banjir luapan Sungai Kampar tidak terulang lagi,” ujar Sudirman.

Diketahui, periode September hingga Desember 2025 sebelumnya diprediksi akan mengalami curah hujan ekstrem. Ditambah lagi, pembukaan pintu spillway PLTA Koto Panjang yang berlangsung dari 30 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026 sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelalawan berhasil melewati periode rawan banjir tanpa kejadian besar, menunjukkan adanya perubahan pola penanganan dan pengelolaan yang lebih baik.

Warga berharap perbaikan terus dilakukan, mulai dari pengelolaan pembukaan spillway PLTA Koto Panjang, penanganan lahan gambut, pemberantasan pertambangan ilegal, hingga pemulihan kerusakan hutan di wilayah hulu Sungai Kampar.

Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Sumatera pada Desember 2025 bahkan sempat memicu bencana longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Namun, Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan, berhasil terhindar dari bencana serupa.

Kondisi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Pelalawan bahwa banjir luapan Sungai Kampar yang selama ini menjadi bencana tahunan dapat dikendalikan, demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi di daerah tersebut.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index