Hulubalang LAMR Untuk Menjaga Marwah, Merawat Harmoni

Hulubalang LAMR Untuk Menjaga Marwah, Merawat Harmoni
Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, SIK., MH., MHum, membentuk Hulubalang LAMR menjaga marwah, merawat harmoni

PELALAWAN, CATATANRIAU.COM –  Di balik barisan upacara adat dan pengamanan ketat, ada kisah pengabdian yang jarang disorot. Pada Sabtu sore, 1 November 2025, Gedung Daerah Datuk Laksemana Mangku Diraja Pelalawan menjadi saksi bagaimana Polres Pelalawan menempatkan diri bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penjaga harmoni sosial bersama adat dan masyarakat.

Keterangan foto: Patroli Polres Pelalawan bersama OKP dan Hulubalang menjaga marwah merawat harmoni

Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Pelalawan Masa Hikmat 2025–2030 dihadiri tokoh-tokoh penting daerah dan nasional, mulai dari Gubernur Riau H. Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, SIK., MH., MHum, hingga Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK. Di tengah prosesi adat, kehadiran Polri mencerminkan penghormatan terhadap kearifan lokal sebagai fondasi keamanan.

Kapolda Riau dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi Polri dan lembaga adat bukan simbolik semata. Hulubalang adat dipandang sebagai mitra strategis dalam menjaga kamtibmas melalui pendekatan musyawarah, nilai budaya, dan keadilan sosial. “Menjaga marwah dan melindungi tuah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kapolda, disambut anggukan para tokoh adat.

Nilai itu tidak berhenti di ruang seremonial. Dalam keseharian, Polres Pelalawan menerjemahkannya melalui pendekatan humanis di lapangan. Salah satunya terlihat pada Patroli Skala Besar bersama organisasi masyarakat dan Hulubalang, Rabu malam 24 Desember 2025, untuk memastikan keamanan ibadah Misa Natal di wilayah Pangkalan Kerinci.

Keterangan foto: Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum kukuhkan Hulubalang Kabupaten Pelalawan menjaga marwah merawat harmoni

Dipimpin Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, SH., SIK., MM, patroli menyambangi Gereja POUK Riau di kawasan Town Site PT RAPP dan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus. Polisi, Hulubalang, dan ormas berjalan berdampingan, menyapa pengurus gereja dan jemaat. “Kami merasa tenang, karena yang datang bukan hanya polisi, tapi juga saudara-saudara kami dari adat,” ujar salah satu pengurus gereja.

Bagi anggota Polri di lapangan, tugas ini bukan tanpa dilema. Di satu sisi mereka dituntut tegas menjaga keamanan, di sisi lain harus peka terhadap nilai toleransi dan rasa aman umat. Pendekatan dialogis yang dilakukan Polres Pelalawan menunjukkan bahwa keamanan dapat dijaga tanpa jarak, tanpa rasa takut, dan tanpa diskriminasi.

Dari pengukuhan Hulubalang hingga patroli pengamanan ibadah, kisah humanis Polres Pelalawan memperlihatkan wajah Polri yang Presisi: hadir, mendengar, dan melayani. Di sanalah pengabdian menemukan maknanya—bukan hanya menegakkan hukum, tetapi merawat persaudaraan, menjaga marwah adat, dan memastikan setiap warga merasa aman di tanahnya sendiri.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index