Meranti, Catatanriau.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diimplementasikan secara bertahap hingga menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Di Kabupaten Kepulauan Meranti, Program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah serta kelompok berisiko, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026, termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelaksanaan ini menandai kembali aktifnya kegiatan belajar mengajar setelah libur akhir semester yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Suryani selaku Koordinator Wilayah Kepulauan Meranti Badan Gizi Nasional, pelaksanaan MBG di wilayah tersebut hingga saat ini dilakukan melalui 19 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi. Dari jumlah tersebut, 15 dapur beroperasi, sementara 4 dapur lainnya ditunda operasionalnya akibat kendala teknis dan administratif.
“Dari 19 dapur SPPG aglomerasi yang semula berjalan, saat ini distribusi MBG kembali dilakukan melalui 15 dapur. Sementara 4 dapur lainnya ditunda sementara operasionalnya karena kendala teknis dan administratif, terdiri dari 3 dapur di Kecamatan Tebing Tinggi dan 1 dapur di Kecamatan Rangsang Pesisir,” ujar Suryani.
Meski demikian, pihaknya menyampaikan optimisme bahwa seluruh dapur yang saat ini ditunda operasionalnya dapat kembali menjalankan pelayanan setelah proses perbaikan teknis dan penyesuaian administratif diselesaikan.
Lebih lanjut dijelaskan, pada pelaksanaan perdana Program MBG di tahun 2026, Kabupaten Kepulauan Meranti telah menjangkau sebanyak 26.226 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri dari 23.311 penerima manfaat dari kelompok sekolah dan 2.915 penerima manfaat dari kelompok B3.
Sementara itu, pendistribusian makanan bergizi gratis di Kabupaten Kepulauan Meranti telah menjangkau 247 sekolah dan 67 posyandu yang tersebar di seluruh wilayah, sebagai wujud komitmen agar program ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sasaran.

Sebagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian serius dari pelaksana di daerah. Suryani selaku Koordinator Wilayah Kepulauan Meranti Program MBG menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memastikan kualitas pelaksanaan serta keberlanjutan program di wilayah Kepulauan Meranti.
“Kami berupaya agar pelaksanaan MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Harapannya, program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, kelompok rentan, serta masyarakat Kepulauan Meranti secara keseluruhan,” pungkasnya.***
Laporan : Dwiki
