Siak, Catatanriau.com – Di balik sunyi ruang HCU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, seorang ibu bernama Widia Wati (42) terus berjuang melawan kanker payudara yang telah dideritanya selama tiga tahun terakhir. Sudah enam hari ia terbaring dalam perawatan intensif, menjalani kemoterapi ke-8 dari total 12 kali yang harus ia lewati demi mempertahankan hidupnya.
Kabar pilu ini disampaikan langsung oleh sang kakak, Mak May (55), kepada Catatanriau.com, Senin (15/12/2025). Dengan suara bergetar, Mak May mewakili adiknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Minas, bila selama ini ada tutur kata atau sikap yang tanpa sengaja melukai hati.
“Mohon doanya untuk adik saya Widia, semoga Allah mengangkat penyakitnya dan memberikan mukjizat kesembuhan,” ujar Mak May, lirih.
Di rumah sederhana mereka di Gang Sekato Bawah, RT 02 RW 10, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Widia Wati adalah seorang istri dan ibu dari lima orang anak. Anak tertuanya berusia 24 tahun, sementara si bungsu masih berusia 2 tahun dan masih membutuhkan susu bantu.
Suaminya, Ariawan (54), selama ini hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Namun sejak kondisi Widia memburuk dan harus dirawat intensif di rumah sakit, Ariawan terpaksa berhenti bekerja untuk setia mendampingi istrinya. Ia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga, dan kini penghasilan itu terhenti sama sekali.
Meski biaya pengobatan dan rawat inap ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kenyataan hidup tetap terasa berat. Keluarga ini masih harus memikirkan biaya pampers dewasa, karpet medis, kebutuhan makan dan minum selama menjaga di rumah sakit, serta kebutuhan sehari-hari lima orang anak yang ditinggalkan di rumah. Tanpa penghasilan, beban itu kini terasa semakin menghimpit.
“Kami benar-benar kesulitan untuk kebutuhan harian. Untuk anak-anak di rumah, untuk keperluan selama di rumah sakit, semuanya terasa berat,” ungkap Mak May.
Atas kondisi itulah, keluarga membuka donasi kemanusiaan bagi siapa pun yang tergerak hatinya untuk membantu perjuangan Widia Wati.
Berapapun bantuan yang diberikan, Rp10 ribu, Rp20 ribu, sangat berarti untuk meringankan beban keluarga kecil ini.
“Insyaallah donasi yang masuk akan kami sampaikan secara transparan. Nanti penyerahan donasi juga akan kami dokumentasikan,” tambah Mak May.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:
Nomor Rekening:
BRI 7013 0102 6283 539
Atas Nama: Yanti Nur Fadila
Bagi yang telah melakukan transfer, dimohon mengirimkan bukti transfer ke nomor:
0812 8707 2372
Khusus bagi warga di Kecamatan Minas, donasi juga dapat dijemput langsung oleh pihak keluarga.
Di tengah perjuangan melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya, Widia Wati masih menyimpan harapan untuk bisa kembali memeluk kelima anaknya, menyaksikan mereka tumbuh, dan melanjutkan hidup bersama keluarga kecilnya.
Mari bersama-sama kita ringankan beban saudara kita. Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk membantu Widia Wati, seorang ibu yang sedang berjuang mempertahankan hidup demi keluarganya.***
