Rohul, Catatanriau.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TB) di Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penemuan kasus TB secara aktif di masyarakat sekaligus penyerahan hibah dari Pemerintah UEA untuk empat Puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu.
Acara dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, pihak Rumah Sakit Madani Pekanbaru, Kepala Puskesmas Rambah, Camat Rambah, Kepala Desa Rambah Tengah Barat, Bidan Desa, kader Posyandu, serta sejumlah tenaga kesehatan.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ns. Emillian Ramli, M.Kes , menyampaikan bahwa kegiatan Active Case Finding ini merupakan bentuk kerja nyata pemerintah dalam menurunkan angka kasus tuberkulosis di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau yang masih memiliki tingkat prevalensi TB cukup tinggi.
Melalui deteksi dini dan skrining langsung ke masyarakat, diharapkan penderita TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera mendapat pengobatan dan tidak menularkan penyakit ke orang lain.
“Kegiatan ini adalah kolaborasi yang sangat baik antara Kemenkes RI, mitra internasional dari Uni Emirat Arab, serta pemerintah daerah. Selain membantu memperkuat layanan kesehatan, hibah yang diberikan juga menjadi dukungan nyata bagi fasilitas kesehatan di Rokan Hulu agar mampu menangani penyakit menular seperti TB dengan lebih optimal," ujarnya.
Sementara itu, pihak RSD Madani Pekanbaru yang turut menjadi pelaksana teknis kegiatan menuturkan bahwa skrining dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat, khususnya kelompok rentan, menggunakan mobil rontgen dan pemeriksaan dahak di tempat. Program ini menargetkan deteksi ratusan warga dengan dugaan TB agar segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di puskesmas terdekat.
Kepala Puskesmas Rambah, Kus Aedy dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak.
"Kami sangat mengapresiasi hibah yang diberikan. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat layanan kesehatan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya eliminasi tuberkulosis di wilayah Rokan Hulu," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rambah Tengah Barat, Sofian
dalam kesempatan yang sama, menyampaikan rasa bangga karena desanya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan nasional yang melibatkan kerja sama internasional.
"Kami sangat berterima kasih kepada Kemenkes RI, UEA, dan seluruh pihak yang telah memilih Desa Rambah Tengah Barat sebagai tempat kegiatan ini. Masyarakat kami sangat terbantu, terutama dalam mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan gratis. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi warga desa," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap sinergi antara pusat, daerah, dan mitra internasional terus terjalin erat dalam mempercepat pencapaian target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030.***
