Inhil, Catatanriau.com – Wacana pemekaran wilayah di Provinsi Riau kembali mencuat. Kali ini, perhatian tertuju pada Kecamatan Pulau Burung yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat sebagai pusat pemerintahan Kabupaten baru, yakni Kabupaten Indragiri Hilir Utara.
Tokoh pemuda Kecamatan Pulau Burung, Sona Adiansyah, S.Kom.I, menilai bahwa wilayahnya memiliki potensi yang besar untuk menjadi ibu kota kabupaten baru. Hal ini disampaikannya kepada Catatanriau.com, Ahad (03/08/2025).
“Selama ini masyarakat Pulau Burung hanya bisa bermimpi listrik menyala 24 jam. Namun, seiring meningkatnya pembangunan dan kesadaran kolektif masyarakat, kami optimistis mimpi itu bisa terwujud. Dan lebih dari itu, kami siap menyongsong status sebagai kabupaten baru,” ujar Sona.
Menurut Sona, penamaan Indragiri Hilir Utara sudah sejalan dengan letak geografis Kecamatan Pulau Burung yang berada di bagian paling utara Kabupaten Indragiri Hilir. Secara strategis, kecamatan ini juga memiliki pelabuhan RoRo yang terhubung langsung dengan berbagai wilayah, menjadikannya akses logistik yang vital.
“Bicara soal infrastruktur strategis, Pulau Burung sudah punya pelabuhan RoRo. Selain itu, aset terbesar dari Sambu Group—perusahaan besar yang menopang ekonomi daerah—juga berada di wilayah kami, tepatnya di KM 09. Bukankah ini modal besar untuk maju sebagai pusat pemerintahan?” tambahnya.
Lebih lanjut, Sona menegaskan bahwa dibanding Sungai Guntung—kecamatan tetangga yang selama ini dianggap lebih senior—Pulau Burung memiliki keunggulan dari sisi letak dan ketersediaan lahan. Sungai Guntung yang dikelilingi sungai besar dinilai kurang ideal untuk penempatan pusat pemerintahan karena keterbatasan lahan yang dikuasai korporasi dan kondisi geografis yang terpencil.
Sona juga menyoroti potensi wisata dan kekayaan alam yang unik di Pulau Burung. Kecamatan ini merupakan satu-satunya wilayah di Inhil yang memiliki perbukitan seperti Bukit Sungai Gunung, Bukit Intan, dan Bukit Sungai Danai, yang menawarkan pemandangan indah dan bisa menjadi daya tarik wisata baru.
“Dari atas bukit-bukit itu, kita bisa menyaksikan panorama hamparan kebun kelapa terluas di Asia Tenggara. Potensi alam, budaya, dan pariwisata ini seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pusat pemerintahan kabupaten baru,” jelasnya.
Dari sisi darat, meskipun akses jalan menuju Pulau Burung masih belum seluruhnya beraspal, Sona yakin bahwa bila infrastruktur jalan ditingkatkan, perjalanan ke Pekanbaru hanya akan memakan waktu sekitar 4 jam.
“Kami berharap para pengambil kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat, bisa mempertimbangkan ini secara objektif dan logis. Jangan sampai kita menanam harapan di tempat yang salah. Pulau Burung adalah tanah yang siap ditanam dengan masa depan,” tutup Sona.
Pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Utara disebut-sebut menjadi solusi untuk pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan efisien. Kini, harapan masyarakat Pulau Burung tinggal menanti keputusan politik dan keseriusan pemerintah dalam melihat potensi riil yang ada.***
