Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Sungai Apit: Kolaborasi Kuat Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Sungai Apit: Kolaborasi Kuat Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Siak, Catatanriau.com – Dalam upaya memperkuat sinergi antarinstansi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jajaran Forkopimcam Sungai Apit bersama stakeholder terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu pagi, 30 Juli 2025, di Lapangan Kantor Camat Sungai Apit, Jalan Setia Raja, Kampung Parit I/II, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Apel dimulai pukul 09.30 WIB dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, diikuti oleh unsur TNI, Polri, perusahaan swasta, MPA Kampung, hingga relawan penanggulangan bencana. Gelaran ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla secara terpadu di wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.

Apel dipimpin oleh Pimpinan Upika, seperti Kapolsek Sungai Apit IPTU Budiman S. Dalimunthe, S.H., M.H., Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar, S.Sos, M.Si, Danramil Sungai Apit Kapten Arh Antonius Napitupulu, serta dihadiri Para Lurah dan Penghulu se-Kecamatan Sungai Apit, Perwakilan dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta RPK dari perusahaan swasta seperti PT. RAPP, PT. Arara Abadi, PT. Triomas, dan PT. ITA, Masyarakat Peduli Api (MPA), BKO Brimob Polda Riau, serta personel TNI, Polri, dan Satpol PP.

Sebanyak sembilan pleton dari berbagai unsur terlibat sebagai peserta apel, termasuk satuan Brimob, Polsek, Koramil, Satpol PP, BPBD Damkar, hingga perwakilan perusahaan.

Apel dimulai dengan penghormatan pasukan dan laporan dari Komandan Apel. Selanjutnya, para pimpinan apel menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya sinergi dan keterlibatan semua pihak dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.

Kapolsek Sungai Apit IPTU Budiman dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan menegaskan bahwa apel ini mencerminkan keseriusan bersama yakni TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, dan stakeholder – dalam menanggulangi bencana Karhutla.

"Pencegahan bisa kita lakukan bersama melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," imbuh Kapolsek.

Beliau juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Sungai Apit telah mendapat tambahan kekuatan berupa 10 personel BKO Brimob Polda Riau untuk membantu pengendalian kebakaran.

Sementara itu, Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar mengapresiasi langkah Kapolsek yang telah menginisiasi apel tersebut. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara unsur pemerintah, masyarakat, dan perusahaan swasta.

“Kami harap partisipasi aktif dari semua pihak, khususnya perusahaan yang memiliki lahan di wilayah ini, agar turut bertanggung jawab dan siap membantu saat terjadi Karhutla,” ucapnya.

Dikesempatan serup, Danramil Sungai Apit Kapten Arh Antonius Napitupulu menyoroti pentingnya pencegahan di tingkat kampung.
“Perangkat desa harus aktif mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sesuai ketentuan, perusahaan wajib membantu jika ada kebakaran dalam radius 10 KM dari konsesi mereka,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan rapat di Kantor Bupati, Sungai Apit berada pada posisi ketiga wilayah dengan risiko Karhutla tertinggi di Kabupaten Siak.

Usai apel, seluruh peserta melakukan pengecekan peralatan pemadaman milik masing-masing instansi dan perusahaan. Hal ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam menghadapi Karhutla.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, memperkuat pesan bahwa penanganan Karhutla bukan tugas satu lembaga saja, melainkan tanggung jawab kolektif.

Apel Gelar Pasukan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Melalui kegiatan ini, Kecamatan Sungai Apit mempertegas komitmennya dalam menghadapi musim kemarau dan mencegah potensi bencana Karhutla.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index