Rohul, Catatanriau.com - Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., menghadiri peringatan Haul ke-65 wafatnya ulama besar Syekh Haji Muhammad Noer Rokan, Senin (21/07/2025), di Madrasah Suluk Serambi Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Wabup turut didampingi Asisten II Setdakab Rohul Drs. Ibnu Ulya, M.Si., sejumlah Kepala OPD, Camat Rambah Hilir Mahadi, S.E., anggota DPRD Rohul Romi Juliandra, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wabup Syafaruddin Poti menegaskan bahwa haul bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan seorang ulama besar yang ilmunya masih hidup hingga kini.
“Syekh Haji Muhammad Noer Rokan bukanlah tokoh biasa. Beliau adalah ulama mursyid yang telah menanamkan nilai-nilai spiritual melalui ilmu, akhlak, dan dakwah yang tersebar ke seluruh penjuru negeri,” ujar Wabup.
Beliau menyampaikan bahwa sosok Syekh Muhammad Noer Rokan telah banyak mewarnai peradaban Islam di Tanah Melayu, khususnya di Rokan Hulu. Dengan metode suluk dan tarekatnya, sang ulama berhasil membentuk karakter umat yang kuat dalam spiritual dan sosial.
“Beliau tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga menanamkan keteladanan akhlak, kepedulian sosial, serta meletakkan dasar-dasar keimanan yang kokoh di tengah masyarakat. Warisan nilai-nilai inilah yang mesti terus dirawat dan dilanjutkan oleh generasi sekarang,” lanjut Wabup.
Wabup juga menegaskan pentingnya menjadikan momen haul ini sebagai waktu untuk bermuhasabah, meneladani keikhlasan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian Syekh Muhammad Noer Rokan kepada ilmu dan umat.
“Kita sebagai pemimpin dan masyarakat perlu bercermin kepada perjuangan beliau, yang dengan ketulusan dan ketekunan telah menciptakan pengaruh besar dalam dakwah dan pendidikan keislaman,” tambahnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Wabup Syafaruddin Poti menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar almarhum, para mursyid, alim ulama, serta panitia penyelenggara yang telah menjaga kelangsungan tradisi haul ini.
“Ini bukti bahwa warisan beliau tidak lekang oleh zaman. Generasi hari ini memiliki tugas penting: menjaga silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan menyalakan kembali semangat syiar Islam melalui acara seperti ini,” tutup Wabup.
Acara haul berlangsung dengan penuh kekhusyukan, ditandai dengan zikir, doa bersama, tausiyah, dan ramah tamah, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan seorang ulama besar yang telah menjadi pelita umat.***
