Kepulauan Meranti, Catatanriau.com — Sebagai langkah lanjutan pascapemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, PT Imbang Tata Alam (ITA) kini fokus pada upaya pencegahan dengan membangun puluhan embung di sejumlah titik rawan.
Langkah ini diambil menyusul keberhasilan PT ITA bersama tim gabungan dalam menanggulangi karhutla yang terjadi sejak Sabtu (19/7). Selain pemadaman aktif, penguatan infrastruktur air di wilayah sekitar area terbakar menjadi bagian penting dari strategi mitigasi jangka panjang perusahaan.

“Kami menyiapkan puluhan embung sebagai sumber air cadangan untuk mencegah karhutla susulan, terutama menghadapi musim kemarau panjang. Ini adalah bentuk komitmen jangka panjang kami untuk perlindungan lingkungan,” ujar perwakilan manajemen PT ITA.
Embung yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai sumber air untuk pemadaman, tetapi juga bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat sekitar dan konservasi lahan gambut. Proses pembuatan dilakukan menggunakan alat berat seperti excavator, dengan mempertimbangkan aspek topografi dan aksesibilitas.
Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari operasi tanggap darurat sebelumnya, di mana PT ITA mengerahkan:
• 20 personel tanggap darurat
• 4 unit pompa pemadam
• 1 unit excavator
• 1 unit fire truck
Selain itu, PT ITA juga memberikan dukungan logistik dan bahan bakar operasional kepada tim di lapangan, termasuk aparat Polsek Tebing Tinggi Barat dan relawan desa.
Pembangunan embung ini dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta BPBD Kepulauan Meranti. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi karhutla berulang.
Melalui langkah preventif ini, PT ITA menegaskan peran aktifnya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta membangun ketahanan iklim di wilayah operasional perusahaan.(Akmal).
