Haru dan Syukur Warnai Pelepasan Purna Bhakti Pegawai Senior Lapas Pasir Pengaraian

Haru dan Syukur Warnai Pelepasan Purna Bhakti Pegawai Senior Lapas Pasir Pengaraian

Rohul, Catatanriau.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian menggelar acara penuh haru dan kekeluargaan dalam rangka pelepasan purna bhakti salah satu pegawai senior terbaiknya, Bapak Yulihesman, yang telah mengabdikan diri selama lebih dari 37 tahun 6 bulan. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Utama Lapas, Sabtu (19/7/2025), dengan dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai serta keluarga besar Dharma Wanita Lapas.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Efendi Parlindungan Purba, yang turut didampingi oleh Kepala KPLP Veazonal Kosuma, Kasi Binadik Sunu Istiqomah Danu, Kasubbag TU Suharno, dan para pejabat struktural serta pegawai lainnya. Momentum ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan loyalitas panjang Yulihesman selama bertugas di dunia pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Kalapas Efendi Parlindungan menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas pengabdian Yulihesman yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ia menyebutkan bahwa sosok Yulihesman adalah teladan dalam etos kerja, kedisiplinan, dan ketulusan melayani.

"Ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari babak baru dalam kehidupan. Kini saatnya Pak Yulihesman menikmati masa pensiun bersama keluarga tercinta. Kami doakan beliau dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan," ujar Kalapas.

Tak hanya itu, Kalapas juga memberikan apresiasi khusus kepada istri Yulihesman yang selama ini telah setia mendampingi dalam suka dan duka perjalanan karier sang suami. Ia menyadari bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas tidak lepas dari peran keluarga yang mendukung terutama istri.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Yulihesman menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan dari seluruh jajaran Lapas Pasir Pengaraian selama masa tugasnya. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari institusi tersebut dan berharap Lapas Pasir Pengaraian semakin maju ke depan.

"Saya mohon maaf jika selama saya bertugas ada kata dan perbuatan yang kurang berkenan. Saya sangat bersyukur bisa menutup masa pengabdian ini dengan penuh rasa bahagia," ungkapnya dengan penuh haru.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Dharma Wanita Lapas kepada istri Yuhelisman sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaannya mendampingi selama masa tugas. Suasana keakraban semakin terasa saat seluruh tamu undangan menikmati makan bersama sebagai penutup kegiatan.

Pelepasan ini bukan hanya seremoni perpisahan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menghargai jasa para purna bhakti yang telah memberikan warna dan kontribusi dalam perjalanan panjang institusi.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index