HMI Cabang Rohul Geruduk Polres, Tuntut Tindakan Tegas atas Kebakaran dan Perambahan Hutan

HMI Cabang Rohul Geruduk Polres, Tuntut Tindakan Tegas atas Kebakaran dan Perambahan Hutan

Rohul, Catatanriau.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hulu menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Rokan Hulu, Selasa (9/7/2025), guna mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pelaku kebakaran dan perambahan hutan yang terus terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu diikuti puluhan kader HMI bersama elemen masyarakat sipil. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan serta orasi-orasi keras mengecam lambannya penanganan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi, Jamalulail, menegaskan bahwa HMI tidak akan menerima pertemuan dengan pihak selain Kapolres Rokan Hulu atau pejabat yang memiliki kewenangan langsung atas kasus kebakaran hutan dan perambahan hutan.

"Kami datang bukan untuk mendengar janji manis. Kami ingin bertemu langsung dengan Kapolres atau pejabat yang membidangi kasus ini. Jangan kirimkan utusan atau perwakilan. Ini soal nasib lingkungan dan generasi masa depan," tegas Jamalulail di depan massa aksi.

Tuntutan HMI meliputi penindakan hukum terhadap pelaku pembakaran dan perambah hutan, peningkatan patroli dan pengawasan di kawasan hutan rawan terbakar, serta transparansi proses hukum terhadap perusahaan atau individu yang diduga terlibat.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB, baik Kapolres maupun Wakapolres Rokan Hulu tak kunjung hadir untuk menemui massa. Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan peserta aksi, yang akhirnya memutuskan untuk menyegel gerbang utama Mapolres sebagai bentuk protes.

"Kami akan tetap bertahan dan menyegel gerbang ini sampai Kapolres hadir. Ini bukan ancaman, ini komitmen perjuangan kami atas nama rakyat dan lingkungan," tegas Jamalulail.

Situasi sempat memanas ketika beberapa personel piket Polres terlihat bersiaga dan memantau gerak-gerik massa dengan ketat. Beberapa dari mereka terlihat melakukan dokumentasi dan komunikasi yang ditafsir oleh massa sebagai indikasi akan adanya tindakan represif. Meski demikian, aksi berlangsung tertib dan tanpa kekerasan.

HMI Cabang Rokan Hulu menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka akan terus melakukan tekanan moral dan aksi lanjutan bila aparat kepolisian tak menunjukkan komitmen serius dalam penegakan hukum atas kasus kebakaran dan perambahan hutan yang merusak ekosistem Rokan Hulu.

"Kami tidak akan berhenti sebelum ada langkah nyata. Kami menuntut keadilan lingkungan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas," pungkas Jamalulail.

Aksi ini menjadi sinyal keras bagi aparat dan pemangku kebijakan agar tidak lagi abai terhadap ancaman nyata kerusakan lingkungan yang terjadi di Rokan Hulu.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index