Bengkalis, Catatanriau.com - Gelombang kekecewaan kembali menerjang Kabupaten Bengkalis. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bengkalis baru-baru ini melayangkan kecaman keras terhadap sejumlah pengusaha hiburan malam yang disinyalir tidak mengindahkan instruksi dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Kegeraman ini secara lantang disuarakan oleh Bendahara DPC GMNI Bengkalis, M. Khaidir. Ia menyoroti adanya kontradiksi antara penertiban yang telah dilakukan oleh aparat gabungan dengan kenyataan di lapangan.
"Beberapa waktu lalu, kita menyaksikan bagaimana Lembaga Adat Melayu (LAM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan berbagai organisasi mahasiswa menyuarakan keprihatinan mereka terkait menjamurnya hiburan malam di Bengkalis. Bahkan, pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan serangkaian razia dan penutupan tempat hiburan yang melanggar," ungkap Khaidir dengan nada kecewa, Ahad (18/05/2025).
Namun, ironisnya, upaya penertiban tersebut dinilai belum menyentuh akar permasalahan. Khaidir mempertanyakan efektivitas tindakan yang terkesan tebang pilih.
"Mengapa hanya satu tempat yang viral saja yang ditindak tegas dan ditutup? Sementara di lokasi lain, praktik serupa masih marak terjadi. Kita masih menemukan 'room-room' musik yang berkedok karaoke keluarga, warung remang-remang yang beroperasi hingga dini hari, bahkan disinyalir menyediakan minuman keras," imbuhnya dengan nada geram.
Menjelang perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi yang akan menjadikan Pulau Bengkalis sebagai tuan rumah, GMNI Bengkalis merasa prihatin dengan citra daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan ini. Mereka mendesak tindakan tegas dan menyeluruh dari pihak kepolisian, Satpol PP, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menutup seluruh aktivitas hiburan malam yang melanggar aturan di Kabupaten Bengkalis.
"Kami mendesak pihak kepolisian, Satpol PP, dan OPD terkait untuk bertindak cepat dan menutup semua tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Bengkalis. Momentum MTQ Provinsi ini sangat penting untuk menjaga nama baik Bengkalis sebagai kota pendidikan. Jangan sampai citra daerah kita tercoreng oleh praktik-praktik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur," tegas Khaidir.
Lebih lanjut, GMNI Bengkalis memberikan ultimatum kepada pihak terkait. "Apabila tuntutan kami ini tidak diindahkan dalam waktu dekat, maka kami dari GMNI siap mengambil langkah yang lebih konkret. Kami akan melakukan audiensi langsung untuk melaporkan secara detail lokasi-lokasi hiburan malam ilegal tersebut. Bahkan, kami tidak akan ragu untuk turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas pembiaran kondisi ini," pungkas Khaidir dengan nada penuh keyakinan.
Pernyataan keras dari GMNI Bengkalis ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas demi menjaga ketertiban dan citra Kabupaten Bengkalis, terutama menjelang event MTQ tingkat Provinsi yang akan menjadi sorotan publik.***
Laporan : Diwanita
