Meranti, Catatanriau.com - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti menjadi momen krusial bagi masyarakat, terutama mahasiswa, yang berharap terwujudnya berbagai program inovatif demi kemajuan daerah.
Ketua Dewan Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Faizul, menyoroti berbagai aspek penting, termasuk pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan pekerja, hingga pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
"Kami berharap kepemimpinan pasangan Asmar-Muzamil benar-benar mendengar aspirasi kami dan merealisasikan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Faizul.
Salah satu inisiatif utama yang dinantikan mahasiswa adalah “Ruang Millenial”, sebuah program yang bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan dunia industri, birokrasi, dan kewirausahaan.
"Kami butuh program yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses kerja yang luas," tambahnya.
Selain itu, Faizul menyoroti pentingnya pemberdayaan dan perlindungan Perempuan, yang telah menjadi bagian dari janji kampanye pasangan Asmar-Muzamil. Program ini akan dikemas dalam bentuk aplikasi digital yang terhubung dengan berbagai lembaga seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil), Polres, Pengadilan Agama, hingga perbankan.
"Aplikasi ini harus benar-benar menjadi wadah perlindungan bagi perempuan serta mempermudah akses layanan yang mereka butuhkan," tegas Faizul.
Di sektor kesejahteraan sosial, mahasiswa mendukung program Damai (Dusun Amanah dan Mandiri) sebagai upaya meningkatkan perlindungan pekerja.
"Program ini harus mencakup keselamatan kerja, akses transportasi ke rumah sakit, serta bantuan pendidikan bagi anak pekerja," jelasnya.
Komitmen terhadap infrastruktur keberlanjutan juga menjadi perhatian utama mahasiswa.
"Pembangunan infrastruktur harus dirancang secara berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang," ujar Faizul.
Salah satu permasalahan mendesak yang disoroti adalah peningkatan konektivitas antardesa, khususnya dengan pembangunan jembatan yang memadai. Robohnya Jembatan Panglima Sampul pada tahun 2024 telah berdampak besar pada mobilitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga. Saat ini, dermaga penyeberangan kempang menjadi solusi sementara, namun mahasiswa menilai hal tersebut tidak cukup.
"Sebagai masyarakat yang peduli, kami mahasiswa Meranti siap mendukung program pemerintah daerah dan berharap pembangunan infrastruktur jembatan ini bisa dimulai tahun ini. Jembatan ini bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga kunci untuk masa depan yang lebih baik," kata Faizul.
Pembangunan infrastruktur ini dinilai sangat penting bagi pendidikan. Banyak pelajar dari Desa Gogok dan Desa Alai yang harus menempuh perjalanan berisiko untuk mencapai sekolah mereka. Infrastruktur jembatan permanen diyakini dapat memberikan rasa aman serta memotivasi mereka untuk terus menuntut ilmu tanpa kendala akses.
Dengan berbagai harapan tersebut, dirinya optimis bahwa kepemimpinan pasangan Asmar dan Muzamil dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Meranti.
"Kami berharap program-program ini bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan bersama," tutup Faizul.***
Laporan : Dwiki
