Kepulauan Meranti, Catatanriau.com | Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli lalu, Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kukerta (Kuliah Kerja Nyata) Unri bersama Komunitas Pecinta Alam Desa Bokor melakukan penanaman 120 bibit Mangrove.
Jenis bibit Mangrove yang ditanam pada kegiatan ini diantaranya jenis Avesinea, yang terdiri dari Avesinea Marina, Avisinea Lanata dan Avisinea Alba.
Adapun penanaman bibit Mangrove bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya abrasi di wilayah pesisir, dan diperkirakan akan tumbuh dalam waktu 2 sampai dengan 3 bulan.
“Mangrove yang ditanam ini diperkirakan akan tumbuh dalam waktu dua sampai dengan tiga bulan, dimana akan timbul akar, yang biasa disebut dengan akar napas. Akar napas itulah yang menahan tanah dari abrasi”, sebut Rizky Andi Putra selaku Kordes Kukerta Unri Desa Bokor.
Lebih lanjut disebutkan bahwa kegiatan ini terdiri dari tiga rangkaian kegiatan, diantaranya konservasi, penanaman, dan pembibitan.
Lebih lanjut Rizky menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga lingkungan dan menjaga agar iklim tetap stabil.
Sementara itu Kardasiono selaku Pembina kelompok Mangrove Desa Bokor mengatakan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Mahasiswa Kukerta Unri merupakan kegiatan sederhana yang dapat memberi manfaat pada lingkungan.
“Laut kita ini sudah terkena abrasi, jadi dengan adanya penanaman Mangrove ini mudah-mudahan akan membuat tanah yang sebelumnya terkikis kembali seperti semula. Jika kita mengandalkan batu bronjong biayanya cukup besar. Dengan penanaman bibit Mangrove ini biayanya cukup kecil, sederhana, dan masyarakatpun bisa menjalankannya.” Ucap Kardasiono.***
Laporan : Dwiki