Tiga Proyek Gagal di Ibukota Pangkalan Kerinci Burhan Manjo : PUPR Diminta Ambil Langkah Cepat

Kamis, 12 Januari 2023 - 15:26:01 WIB
Share Tweet Google +

PELALAWAN,CATATANRIAU.COM | Burhan Manjo anggota DPRD politisi Partai Golkar kecewa dan sedih terkait tiga proyek gagal pemerintah kabupaten Pelalawan di ibukota Pangkalan Kerinci. Proyek putus kontrak terbengkalai box culvert dan drainase primer di Jalan Said Jaafar dan Taman kota ruang terbuka hijau di Jl Lintas Timur Agkalan Kerinci. Burhan Manjo yag juga wakil ketua Komisi III DPRD Pelalawan minta Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan segera ambil langkah cepat agar tidak menghalangi kegiatan masyarakat. Hal ini di sampaikannya Kamis (12/01/2023).

"Tiga proyek pemerintah kabupaten Pelalawan di ibukota Pangkalan Kerinci, telah di laporkan Dinas PUPR ke Komisi III DPRD Pelalawan. Kita sangat kecewa atas kejadian pekerjaan terbengkalai dan putus kontrak. Ini tamparan keras kepada pemerintah kabupaten Pelalawan. Apalagi ini di ibukota Pangkalan Kerinci. Karena proyek ini merupakan   program prioritas untuk menanggulangi banjir di ibu kota kabupaten dan ruang terbuka hijau untuk memperindah wajah ibu kota. Hasilnya gaga dan malah jadi sembrawut," ungkap Burhan Manjo yang terkenal santun selama ini.

Melihat 3 proyek gagal itu Burhan Manjo, harus bersuara mempertanyakan kegagalan proyek yang sangat dibutuhkan di ibukota Pangkalan Kerinci. " Sangat sedih diprogramkan untuk atasi bajir dan keindahan kota. Malah gagal dan sembrawut. PUPR harus segera ambil sikap terhadap bekas material bangunan agar dibersihkan. Dibuat rambu rambu di box culvert  karena jalan tersebut akses masyarakat untuk bekerja, ke rumah sakit, anak snak sekolah dan lainnya.  Begitu juga material di jalan lintas timur proyek gagal ruang terbuka hijau," pinta Ustat Burhan begitu panggilannya.

Tiga proyek gagal telah di laporkan Dinas PUPR Pelalawan ke Komisi III DPRD.

Pertama, Proyek pembangunan box culvert di jalan dua jalur itu dengan nilai pagu Rp 1,6 miliar, di Jalan Said Jaafar Pangkalan Kerinci di Kelurahan Kerinci Barat. Terbengkalai karena kontraktor tak sanggup menyelesaikan pekerjaannya. Hanya satu jalur box culvert yang terbangun, sedangkan satu jalur lagi telah digali tapi tak sempat dibangun.

Jalan Said Jaafar Pangkalan Kerinci di Kelurahan Kerinci Barat merupakan 
jalan dua jalur ini merupakan akses utama masyarakat yang padat dilalui kendaraan setiap hari. Aktivitas mengantar anak sekolah, bekerja, ke kebun, berobat ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, berurusan ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), kantor Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama serta fasilitas umum lainnya.

Saat ini jalan hanya bisa dipakai satu jalur dan sekitarnya parit besar yang menganga. Harus mengantri karena rentan jatuh serta material tanah menunmpuk.

Kedua proyek lagi  pembangunan drainase primer yang berada tepat di dekat proyek box culvert yang mangkrak di Jalan Said Jaafar Pangkalan Kerinci di Kelurahan Kerinci Barat. Nilainya juga sekitar Rp 1 miliar lebih yang progres pengerjaannya memprihatinkan hingga akhir tahun 2022.

Kondisi pengerjaan hanya ada rangkaian besi yang berdiri tanpa ada pengecoran ataupun tembok. Ini program unggulan diproyeksikan untuk pengendalian banjir di Kota Pangkalan Kerinci yang selalu terjadi disaat musim hujan.

Ketiga, proyek pembanguan ruang terbuka hijau (RTH) untuk keindahan ibukota Pangkalan Kerinci di Jl Lintas Timur Pangkalan Kerinci di depan SMP 1 dan SMA 1 Pangkalan Kerinci. Material bangunan berserakan sehingga membuat sembrawut.

Diminta PUPR segera mengambil sikap dan tindakan agar pekerjaan terbengkalai jangan menghalangi aktivitas masyarakat dan kelihatan sembrawut.  "Kita kecewa tapi harus segera di bersihkan da dicari upaya segera menyelesaikan. Proyek itu sangat dibutuhkan," tutupnya.  ****

Laporan : E Pangaribuan

Editor : Idris Harahap 



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex