Rohul, Catatanriau.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Rokan Hulu mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Rokan Hulu untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan kritik terkait kinerja para wakil rakyat, pada Selasa (6/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti kinerja anggota DPRD yang dinilai belum menunjukkan hasil maksimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat selama menjalankan masa tugasnya.
Ketua HMI Cabang Rokan Hulu, Al Fajar, mengatakan kedatangan mahasiswa bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga membuka ruang diskusi bersama anggota DPRD.
Menurut Fajar, pihaknya sebelumnya telah menyampaikan surat kepada DPRD Rokan Hulu dengan harapan seluruh anggota dewan dapat hadir dan berdialog langsung dengan mahasiswa.
Aksi tersebut mendapat sambutan dari Wakil Pimpinan DPRD Rokan Hulu, M. Aidi, S.H yang didampingi anggota Komisi III, Alex Pebrima. Aidil menilai penyampaian aspirasi, kritik, maupun harapan oleh mahasiswa merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
"Kalau saya dengar tadi ada sembilan tuntutan yang ingin disampaikan, tetapi belum disampaikan secara keseluruhan kepada kami. Jadi saya juga belum bisa menyampaikan secara detail apa saja tuntutannya," ujar Aidil usai berdialog dengan mahasiswa.
Ia juga menjelaskan alasan tidak seluruh anggota DPRD dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, sebagian anggota dewan sedang menjalankan agenda kedinasan maupun kegiatan di daerah lain.
"Tidak mungkin pada hari ini kita menghadirkan seluruh anggota. Ada yang sedang berkegiatan di daerah lain, ada yang menghadiri kegiatan masyarakat, dan ada juga yang sedang mempersiapkan agenda lainnya. Kalau diminta hadir dengan jarak yang cukup jauh, tentu tidak maksimal dari sisi efisiensi waktu," katanya.
Meski demikian, Aidil memastikan DPRD tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Usulan untuk menghadirkan seluruh anggota DPRD dalam forum khusus akan disampaikan kepada Ketua DPRD dan diteruskan kepada para ketua fraksi.
"Rencananya pada tanggal 13 nanti para ketua fraksi akan mengupayakan seluruh anggotanya hadir untuk beraudiensi dengan teman-teman mahasiswa. Menurut saya, ini merupakan hal yang baik, karena kita bisa bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung apa yang ingin mereka sampaikan," ujarnya.
Menanggapi kritik mahasiswa yang menilai DPRD tidak memberikan pelayanan karena aksi berlangsung sejak pagi hingga sore tanpa ditemui anggota DPRD, pimpinan DPRD membantah anggapan tersebut.
"Saya sudah hadir ketika kegiatan aksi dimulai. Saya berada di lokasi dan memilih untuk menunggu serta mendengarkan terlebih dahulu apa yang sesungguhnya menjadi aspirasi mereka. Jadi bukan berarti DPRD tidak melayani. Saya sudah hadir dan kapan dibutuhkan, saya siap untuk berdialog," tegasnya.
Pertemuan lanjutan tersebut diharapkan menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan seluruh tuntutan secara langsung sekaligus memberikan kesempatan kepada DPRD menjelaskan langkah dan kinerjanya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat Rokan Hulu.***