Siak, Catatanriau.com — Cinta dalam sebuah pernikahan tidak hanya diwujudkan melalui janji dan ikrar di hadapan penghulu. Di Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, cinta juga diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hal itu ditunjukkan dua pasangan calon pengantin (catin) yang mengikuti gerakan penanaman pohon produktif di halaman Kantor Kelurahan Kampung Dalam, Rabu (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan “Love & Tree Movement: Cinta Tumbuh, Pohon Bertumbuh; Gerakan 1 Pasang Catin 1 Pohon Produktif, 1 Pernikahan Sejuta Kebaikan”, sebuah inovasi ekoteologi yang digagas KUA Kecamatan Siak.
Gerakan tersebut sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Siak pada 16 September 2026 lalu. Program ini mengajak setiap pasangan calon pengantin untuk menanam dan merawat satu pohon produktif sebagai simbol bahwa pernikahan tidak hanya menjadi awal kehidupan baru bagi pasangan, tetapi juga dapat melahirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Koordinator Bidang Ekoteologi KUA Kecamatan Siak, Haji Mulyadi, mengatakan kegiatan penanaman pohon di Kelurahan Kampung Dalam merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, penanaman pohon menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian terhadap alam sejak pasangan calon pengantin mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
“Ini merupakan wujud nyata gerakan ekoteologi dan inovasi KUA Kecamatan Siak, Love & Tree Movement, Cinta Tumbuh Pohon Bertumbuh,” ujar Mulyadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Siak Alwis, Lurah Kampung Dalam Roma Della bersama Sekretaris Kelurahan Erwan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Siak sekaligus Koordinator Bidang Ekoteologi KUA Kecamatan Siak Haji Mulyadi, Penghulu KUA Kecamatan Siak Rizal serta dua Penata Layanan Operasional (PLO), Muslim dan Rahmad Hidayat.

Lurah Kampung Dalam Roma Della menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai gerakan menanam pohon bagi calon pengantin merupakan gagasan yang menarik karena menghubungkan nilai-nilai pernikahan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Roma juga berpesan kepada kedua pasangan calon pengantin agar tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi ikut merawat pohon yang telah ditanam.
“Pohon ini harus disiram dan dirawat. Mudah-mudahan nanti bisa tumbuh dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat secara luas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Siak Alwis menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Kampung Dalam yang telah mendukung pelaksanaan program inovasi dan ekoteologi tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penghulu, kepala kampung dan lurah di Kecamatan Siak yang turut memberikan dukungan terhadap gerakan tersebut.
“InsyaAllah kegiatan ini akan kita gulirkan ke seluruh kampung dan kelurahan yang ada di Kecamatan Siak,” kata Alwis.
Ia berharap gerakan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, pohon yang ditanam oleh setiap pasangan calon pengantin nantinya dapat menjadi simbol perjalanan rumah tangga sekaligus warisan kebaikan bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
“Semoga kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi simbol bahwa setiap pernikahan adalah awal dari perjalanan untuk menumbuhkan kebaikan, bukan hanya bagi pasangan calon pengantin, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi yang akan datang,” pungkas Alwis. (Aws).