Saat Pemkab Masih Susun Rencana, Polres Kampar Langsung Renovasi Sekolah Viral di Tapung

Jumat, 25 September 2026 | 01:15:26 WIB

Kampar, Catatanriau.com – Bangunan Kelas Jauh UPT SDN 007 Tapung di Dusun IV, Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang sebelumnya viral karena kondisinya memprihatinkan, kini mulai direnovasi. Di tengah rencana Pemerintah Kabupaten Kampar yang menyebut perbaikan akan dilakukan melalui APBD Perubahan, Polres Kampar justru lebih dulu turun tangan memulai pekerjaan fisik di sekolah tersebut.

Renovasi dimulai pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB oleh jajaran Polsek Tapung bersama tenaga tukang untuk memperbaiki bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat belajar anak-anak di kawasan perkebunan kelapa sawit itu.

Kapolsek Tapung Kompol YE Bambang Dewanto memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Wakapolsek AKP Ferry M Fadillah, Panit Opsnal Unit Intelkam IPDA Amid Elpian, lima personel Polsek Tapung, serta empat orang tukang.

Sejumlah Bagian Bangunan Diperbaiki

Perbaikan yang dikerjakan mencakup pembongkaran dan pemasangan kembali dinding bagian luar bangunan, perbaikan pintu kelas yang rusak, penggantian kawat kasa pada ventilasi, pembangunan selasar atau teras di sekeliling bangunan, hingga penggantian salah satu tiang penyangga yang telah mengalami kerusakan.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, kepedulian terhadap dunia pendidikan menjadi alasan jajarannya bergerak membantu memperbaiki sekolah tersebut.

"Pendidikan bukan kemewahan, melainkan hak yang harus dijangkau oleh setiap anak, di mana pun mereka tinggal, bahkan di dusun yang paling jauh sekalipun. Ketika dinding sekolah rapuh, masa depan anak-anak pun ikut terancam. Maka perbaikan ini bukan sekadar menyemen tembok atau mengganti pintu, ini adalah menegakkan kembali harapan," ujar Boby, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan, Polri ingin memastikan anak-anak di Dusun IV tetap dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.

Menurutnya, kehadiran polisi di lokasi juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat aksi nyata membantu kebutuhan masyarakat.

"Renovasi ini akan kami tuntaskan minggu ini juga agar tak ada satu hari pun terbuang tanpa tempat belajar yang layak," katanya.

Ditargetkan Rampung Pekan Ini

Meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai, proses renovasi masih terus berlanjut. Tahap berikutnya meliputi pemasangan dinding bagian depan, pengecoran teras samping dan belakang, serta penyelesaian lantai ruang kelas.

Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam pekan ini agar bangunan dapat kembali digunakan secara maksimal oleh para siswa.

Pemkab Sebelumnya Janji Tangani Lewat APBD Perubahan

Sebelum renovasi dilakukan Polres Kampar, Pemerintah Kabupaten Kampar telah lebih dulu meninjau sekolah tersebut setelah videonya ramai di media sosial.

Pada Rabu (16/9/2026), tim dari Dinas Pendidikan turun ke lokasi. Sehari kemudian, Kamis (17/9/2026), Wakil Bupati Kampar Hj Misharti juga datang melihat langsung kondisi bangunan sekolah.

Kunjungan itu sempat menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan Misharti berbicara dengan guru honorer Rohmawati, yang sebelumnya menjadi narasumber dalam video viral mengenai kondisi sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Misharti mempertanyakan mengapa persoalan sekolah yang telah beroperasi sekitar 22 tahun baru mencuat ketika masa kepemimpinan dirinya bersama Bupati Ahmad Yuzar baru berjalan dua tahun. Ia juga menyebut sekolah jauh tersebut tidak tercatat dalam sistem administrasi pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kampar, Helmi, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim konsultan dinas ke lokasi dan berencana menangani perbaikannya melalui APBD Perubahan.

Menurut Helmi, sekolah tersebut merupakan kelas jauh yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit, sekitar 17 kilometer dari sekolah induknya. Keberadaan sekolah itu dibangun agar anak-anak yang tinggal di kawasan terpencil tetap memiliki akses pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Kini, di tengah sorotan publik yang mengiringi kisah sekolah viral tersebut, proses renovasi telah dimulai lebih dulu oleh jajaran Polres Kampar, sementara pemerintah daerah tetap menyatakan komitmennya untuk menangani sarana pendidikan tersebut melalui mekanisme anggaran daerah.***

Terkini