PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,: — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pelalawan akan menggelar workshop bertema “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence: Bertahan, Bertransformasi, dan Membangun Kemitraan yang Profesional dan Beretika” di Aula Lantai 2 Kantor Bappeda Pelalawan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan Pemda Pelalawan, Astra Agro Lestari Tbk, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Musim Mas, PT EMP Bentu dan Pertamina EP tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas masa depan industri media di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat. Workshop ini juga mempertemukan insan pers, pemerintah, dunia usaha dan dunia pendidikan.
Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang dijadwalkan hadir. Di antaranya Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. dan Vice President of Corporate Communication Astra Agro Lestari, Mochammad Husni. Bupati Pelalawan akan menyampaikan materi mengenai masa depan media di era AI, termasuk tantangan keberlanjutan media di tengah perubahan pola komunikasi publik serta menyusutnya ruang kerja sama antara pemerintah, swasta dan media.
Sementara itu, Mochammad Husni akan memberikan perspektif dunia usaha mengenai pentingnya membangun kemitraan yang profesional antara korporasi dan media. Perubahan lanskap komunikasi digital dinilai menuntut kedua pihak untuk membangun hubungan yang transparan, saling menghormati serta tetap berpegang pada prinsip profesionalisme.
Pada sesi kedua, ahli pers Mario Abdillah Khair akan membawakan materi “Etika, Profesionalisme dan Aspek Hukum Pers: Membangun Hubungan yang Sehat antara Insan Pers dan Dunia Pendidikan.” Sesi ini secara khusus menyasar guru dan kepala sekolah, dengan pembahasan mengenai etika pemberitaan, hak dan kewajiban dalam menghadapi kerja jurnalistik serta aspek hukum yang perlu dipahami dalam hubungan antara pers dan lembaga pendidikan.
Ketua PWI Pelalawan, Samsul Bahri, mengatakan workshop tersebut tidak hanya menjadi forum bertukar gagasan, tetapi juga momentum meningkatkan kapasitas wartawan menghadapi transformasi industri media. Menurutnya, perkembangan AI harus disikapi secara adaptif dan bijak agar teknologi dapat menjadi alat pendukung dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas.
“Teknologi justru harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas karya jurnalistik, sepanjang tetap berada dalam koridor etika dan kode etik jurnalistik,” kata Samsul, Rabu (2/9/2026).
Ia menambahkan, pemahaman mengenai etika dan hukum pers juga penting diperkuat di lingkungan pendidikan. Media dan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun literasi informasi masyarakat sehingga hubungan keduanya perlu dilandasi keterbukaan, komunikasi yang baik dan pemahaman terhadap aturan. Dengan demikian, potensi kesalahpahaman dalam proses peliputan maupun penyampaian informasi dapat diminimalkan.
Melalui workshop tersebut, PWI Pelalawan berharap lahir pemahaman bersama bahwa masa depan media di era AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, integritas dan profesionalisme.
Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan etika jurnalistik serta kemitraan yang sehat dan transparan antara media, pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat.
Dengan semangat “bertahan, bertransformasi dan membangun kemitraan”, PWI Pelalawan mendorong insan pers untuk tidak takut menghadapi perubahan teknologi. AI dapat menjadi bagian dari perkembangan industri media, namun fungsi pers sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang dan bertanggung jawab tetap harus menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik serta kehidupan demokrasi. ****