Rohul, Catatanriau.com – Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menggelar aksi damai di ruas Jalan Lintas Provinsi Sontang–Duri, Selasa (4/8/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan jalan provinsi yang selama bertahun-tahun rusak dan dinilai menghambat aktivitas ekonomi maupun sosial warga.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB itu diikuti tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, serta berbagai elemen masyarakat. Mereka memadati ruas jalan sambil menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, dengan harapan Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan pembangunan jalan secara menyeluruh.
Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai spanduk berisi kritik dan tuntutan. Salah satunya bertuliskan, "Untuk Pak Prabowo, tolong perbaiki jalan lintas kami karena Pemerintah Riau terlalu miskin tidak bisa memperbaiki jalan lintas provinsi kami."
Selain itu, terdapat pula spanduk bergambar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memuat tulisan, "Selamat datang di Riau, di mana gubernurnya divonis, wakil gubernurnya diperiksa, sementara anggota dewannya seolah-olah tutup mata. Lebih baik Riau dipimpin KDM yang lebih memperhatikan perbaikan jalan hingga pelosok."
Spanduk-spanduk tersebut menjadi bagian dari ekspresi aspirasi peserta aksi. Isi dan pendapat yang tercantum merupakan tanggung jawab pihak yang membawanya.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para peserta menegaskan bahwa Jalan Sontang–Duri merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kondisi jalan yang rusak parah disebut telah menghambat distribusi hasil perkebunan, memperlambat akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mengganggu mobilitas masyarakat sehari-hari.
Sejumlah tokoh masyarakat yang menyampaikan aspirasi di antaranya Ketua LKA Junaidi, Desmi Fahrizon, Roni Phasla, S.Pd., Bayu Aditio, Ikram, dan Rika Sri Wahyuni. Mereka meminta pemerintah tidak lagi memberikan solusi sementara, melainkan segera membangun ruas jalan tersebut secara permanen.
"Kami berharap pemerintah menjadikan Jalan Sontang–Duri sebagai prioritas pembangunan. Jalan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat," ujar salah seorang orator di hadapan ribuan peserta aksi.
Tak hanya kepada Pemerintah Provinsi Riau, massa juga mendesak DPRD Provinsi Riau dan instansi terkait agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Menurut mereka, perbaikan tambal sulam yang selama ini dilakukan terbukti tidak mampu menyelesaikan persoalan karena kerusakan terus berulang setiap tahunnya.
Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan di lokasi aksi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya bentrokan maupun gangguan keamanan.
Aksi damai ini berlangsung di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kondisi Jalan Sontang–Duri yang telah lama menjadi keluhan masyarakat. Pada hari yang sama, pemerintah diketahui mulai melakukan penanganan awal di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Meski demikian, masyarakat berharap langkah tersebut bukan sekadar respons sesaat, melainkan menjadi awal dari komitmen nyata pemerintah untuk membangun ruas Jalan Sontang–Duri secara menyeluruh, berkualitas, dan berkelanjutan.
Bagi warga Bonai Darussalam, aksi damai ini bukan sekadar bentuk protes, melainkan seruan agar seluruh pemangku kepentingan bersinergi menghadirkan solusi nyata. Mereka berharap persoalan infrastruktur yang telah berlangsung bertahun-tahun itu dapat segera dituntaskan demi mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Rokan Hulu dan sekitarnya.***