DPRD Riau Tegaskan Insiden Usai Rapat Banggar Hanya Kesalahpahaman, Bukan Konflik Pribadi

Jumat, 17 Juli 2026 | 17:51:55 WIB

Pekanbaru, Catatanriau.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden baku hantam yang melibatkan dua anggotanya usai pelaksanaan Rapat Badan Anggaran (Banggar). Pimpinan DPRD menegaskan peristiwa tersebut tidak dipicu persoalan pribadi, melainkan akibat kesalahpahaman yang terjadi dalam dinamika pembahasan rapat.

Penjelasan itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Rapat Medium DPRD Riau, Jumat (17/7/2026). Konferensi pers digelar untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memberikan gambaran utuh mengenai insiden tersebut.

Dalam keterangannya, Kaderismanto mengatakan dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, khususnya saat membahas agenda strategis dalam rapat Banggar.

"Persoalan ini adalah dinamika yang muncul dalam pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. Karena itu perlu kita sampaikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," ujar Kaderismanto.

Ia menegaskan, setiap persoalan yang muncul di lingkungan DPRD akan diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan dengan mengedepankan etika, musyawarah, serta semangat menjaga soliditas antaranggota dewan.

Menurutnya, DPRD memiliki tata tertib dan mekanisme internal yang menjadi pedoman dalam menyelesaikan setiap persoalan, sehingga tidak perlu berkembang menjadi spekulasi yang dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Kaderismanto juga membantah kabar yang menyebut insiden tersebut dipicu konflik pribadi antara anggota DPRD Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet.

"Tak ada masalah di antara keduanya. Terlebih lagi, keduanya berasal dari partai yang sama, tentu memiliki komitmen yang sama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, kesalahpahaman muncul ketika kedua anggota dewan tersebut menyampaikan pandangan dalam forum Banggar. Perbedaan cara penyampaian pendapat kemudian memicu ketegangan yang berlanjut setelah rapat berakhir.

"Ini murni karena ada sedikit salah paham dalam penyampaian masukan saat rapat berlangsung, bukan persoalan pribadi," jelasnya.

Di akhir keterangannya, Kaderismanto memastikan DPRD Provinsi Riau tetap fokus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara profesional sesuai amanat yang diberikan masyarakat.

"Melalui konferensi pers ini, kami berharap masyarakat dapat memahami peristiwa ini secara proporsional sehingga kepercayaan terhadap lembaga DPRD Provinsi Riau tetap terjaga," pungkasnya.***

Terkini