Siak, Catatanriau.com – Setelah sempat ditutup dan menjadi perhatian masyarakat, portal di Gang Sepakat dan Gang Pelajar, Kelurahan Simpang Belutu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, kini kembali dibuka oleh manajemen PT Ivo Mas Tunggal (IMT). Pembukaan kembali akses tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para pelajar dan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Manajer Samsam Estate PT IMT, Sumpeno, mengatakan portal mulai dibuka kembali pada Senin (13/7/2026) dengan waktu operasional pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
"Portal Gang Pelajar dan Gang Sepakat sudah kami buka mulai hari ini pukul 06.00 hingga 18.00 WIB sesuai komitmen kami kepada Lurah Simpang Belutu. Akses ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama sebagai jalur keluar masuk anak-anak sekolah," ujar Sumpeno kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sebelumnya perusahaan terpaksa menutup portal tersebut sebagai langkah pengamanan. Kebijakan itu diambil menyusul meningkatnya kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit maupun berondolan di area perkebunan, sementara jumlah personel keamanan yang bertugas masih terbatas.
Menurutnya, setiap kebijakan tentu memiliki konsekuensi dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Namun setelah melakukan evaluasi serta mempertimbangkan kebutuhan warga yang cukup tinggi terhadap akses jalan tersebut, perusahaan memutuskan untuk kembali membuka portal.
"Setiap kebijakan pasti menimbulkan pro dan kontra, itu hal yang wajar. Namun setelah kami memantau perkembangan di lapangan dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Simpang Belutu, akhirnya kebijakan tersebut kami tinjau kembali dengan membuka akses jalan ini," jelasnya.
Meski demikian, Sumpeno mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan akses tersebut secara bijak dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan yang dapat merugikan pihak lain.
Ia menegaskan, pembukaan portal bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dalam aktivitas antar-jemput anak sekolah dan mobilitas sehari-hari.
"Pembukaan portal Gang Pelajar dan Gang Sepakat ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak negatif seperti pencurian buah sawit maupun berondolan, kami akan memperketat pengawasan di lapangan. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menyalahgunakan akses jalan ini untuk kegiatan yang melanggar hukum," pungkas Sumpeno.***
(Rls/Ndi)