Warga Kampung Penyengat Tewas Diterkam Buaya di Sungai Metas, Jasad Ditemukan Setelah Pencarian Berjam-jam

Jumat, 12 Juni 2026 | 10:04:53 WIB

Siak, Catatanriau.com – Seorang perempuan muda warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan buaya di Sungai Metas, Dusun Mungkal, Kamis (11/6/2026) petang.

Korban diketahui bernama Santi alias Pia (22), seorang ibu rumah tangga yang berasal dari suku Akit Anak Rawa dan berdomisili di Gang Surya RT 01/RW 03, Dusun II, Kampung Penyengat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat korban sedang mandi di tepian Sungai Metas. Sungai yang berada di kawasan Dusun Mungkal itu selama ini menjadi sumber air bagi warga yang beraktivitas di sekitar kebun sagu.

Menurut keterangan saksi, saat kejadian korban tengah berada di tepian sungai ketika seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkamnya.

Suami korban, Kolet (32), yang berada tidak jauh dari lokasi, menjadi orang pertama yang menyaksikan serangan tersebut. Dalam kondisi panik, ia segera memanggil paman korban, Ahui (48), untuk membantu melakukan pencarian.

"Keduanya berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan karena masih berada dalam cengkeraman buaya," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya ketika berada di lapangan.

Karena lokasi kejadian berada jauh dari permukiman dan memiliki keterbatasan jaringan komunikasi, Kolet harus mencari titik sinyal terlebih dahulu untuk menghubungi warga Kampung Penyengat dan meminta bantuan pencarian.

Berdasarkan keterangan para saksi, selama proses pencarian awal korban beberapa kali terlihat muncul di permukaan air dalam kondisi masih berada dalam gigitan buaya.

Puluhan Warga Turun Melakukan Pencarian

Sekitar pukul 19.00 WIB, sedikitnya 50 warga Kampung Penyengat tiba di lokasi kejadian untuk membantu pencarian. Mereka menggunakan tiga unit kapal pompong dan menyisir aliran Sungai Metas hingga larut malam.

Pencarian berlangsung dalam kondisi yang cukup sulit. Selain minimnya penerangan pada malam hari, lokasi kejadian juga berada jauh dari pemukiman warga. Keterbatasan jaringan telepon dan internet turut menghambat koordinasi serta pengiriman dokumentasi pencarian secara real time.

Setelah upaya pencarian selama kurang lebih tujuh jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB pada Jumat (12/6/2026). Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat gigitan buaya.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kapal pompong menuju Kampung Penyengat. Sekitar pukul 01.30 WIB, jenazah tiba di Dermaga Tanjung Pal dan selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Pihak keluarga kemudian menyemayamkan jenazah di rumah duka sambil menunggu keputusan keluarga terkait prosesi pemakaman.

Habitat Alami Buaya

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat kejadian korban bersama sejumlah anggota keluarga sedang melakukan aktivitas pembersihan kebun sagu yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Karena jarak yang jauh, mereka memilih menginap sementara di sekitar kawasan kebun dan memanfaatkan Sungai Metas untuk mandi serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sungai Metas di Dusun Mungkal diketahui merupakan salah satu habitat alami buaya yang hingga kini masih memiliki populasi cukup banyak. Kondisi tersebut menyebabkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar masih cukup tinggi, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Petugas dan aparat setempat telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung terkait proses pencarian dan evakuasi korban. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai guna menghindari kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal dan bekerja di wilayah pesisir sungai agar selalu berhati-hati, terutama di kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya liar. Kehadiran satwa predator tersebut masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga yang beraktivitas di tepian sungai maupun perairan sekitar.***

Terkini