Siak, Catatanriau.com — Polsek Koto Gasib terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui pengiriman hasil panen jagung pipil milik Kelompok Tani Janten Muda ke Gudang Bulog Bunga Raya, Kantor Cabang Bengkalis, Kanwil Riau dan Kepulauan Riau, Senin (25/5/2026).
Jagung pipil yang dikirim sebanyak lima karung dengan berat kotor mencapai 217 kilogram.

Kapolsek Koto Gasib Iptu Dwi Franata Tarigan, S.H., M.H. mengatakan, jagung yang dikirim ke Bulog merupakan hasil panen dari lahan Kelompok Tani Janten Muda di Kampung Empang Pandan.
“Jagung pipil yang dibawa ke Gudang Bulog Bunga Raya kali ini merupakan hasil panen yang sebelumnya dipanen langsung bersama jajaran Polda Riau dan Polres Siak di lahan Kelompok Tani Janten Muda,” ujar Iptu Dwi Franata Tarigan kepada awak media.
Ia menjelaskan, panen tersebut dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di lahan Kelompok Tani Janten Muda yang berada di RT 002/RW 004 Dusun Pandan Mukti, Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong produktivitas petani di wilayah Kecamatan Koto Gasib.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik dan memberi manfaat ekonomi bagi kelompok tani. Ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional,” katanya.
Dalam proses pengiriman tersebut, Penghulu Kampung Empang Pandan Agus Mulyono, S.E. bersama Kanit Binmas Polsek Koto Gasib Aipda Aansari, S.H. menyerahkan jagung pipil kepada Kepala Gudang Bulog Bunga Raya, Mulyadi.
Hasil penimbangan ulang di gudang menunjukkan berat kotor jagung mencapai 217 kilogram.
Dari hasil pemeriksaan sampel, kadar air jagung tercatat masing-masing 23,0 persen, 22,7 persen, dan 24,5 persen, dengan rata-rata 23,4 persen. Sementara kadar jamur aflatoksin berada di angka 22 PPB.
Adapun untuk hasil akhir berupa berat bersih, masih menunggu proses lanjutan dari pihak Bulog karena jagung akan melalui tahap pengeringan dan pembersihan ulang hingga mencapai standar kadar air 14 persen sesuai ketentuan penerimaan Bulog.
“Kami masih menunggu hasil akhir setelah proses pengeringan dan pembersihan selesai dilakukan oleh pihak Bulog,” tutup Kapolsek.***