Siak, Catatanriau.com – Polemik aktivitas bongkar muat cangkang di kawasan Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang, Riau, terus menjadi sorotan. Muncul dugaan adanya oknum tertentu yang menerima sejumlah uang atau “upeti” demi melancarkan kegiatan usaha milik PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI).
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, sejumlah pihak diduga sengaja memanfaatkan warga dengan mengatasnamakan wilayah dan kepentingan masyarakat setempat. Akibatnya, masyarakat yang tidak mengetahui persoalan sebenarnya ikut turun ke lapangan dan terlibat dalam aksi terkait aktivitas transportasi serta bongkar muat cangkang di area Pelindo Perawang.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi pertemuan antara sejumlah oknum dengan pihak perusahaan di salah satu tempat nongkrong di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
“Diduga ada pertemuan antara beberapa oknum bersama pihak PT KIMI di sebuah coffee shop. Pertemuan itu disebut-sebut membahas kelancaran aktivitas transportasi dan bongkar muat di wilayah Pelindo,” ungkap sumber tersebut kepada media ini, Ahad kemarin (17/5/2026).
Ia juga menilai, masyarakat sengaja dibawa masuk ke dalam konflik dengan dalih memperjuangkan kepentingan daerah maupun lokasi aktivitas usaha.
“Yang menerima sejumlah uang diduga oknum-oknum tertentu, tetapi masyarakat yang akhirnya dibenturkan di lapangan. Warga hanya dijadikan tameng,” ujarnya.
Situasi ini pun memicu beragam reaksi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak berharap persoalan tersebut dapat diusut secara transparan agar tidak memunculkan konflik berkepanjangan antarwarga.
Hingga berita ini diterbitkan, Jumat (22/5/2026), wartawan masih berupaya menghimpun informasi tambahan serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut terlibat dalam aktivitas di lokasi tersebut.***