Siak, Catatanriau.com — Suasana duka kembali menyelimuti kawasan operasional PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IKPP) Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, setelah seorang pria dewasa yang merupakan pekerja angkutan mobil balak, atas nama Jumadi, dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada Sabtu (2/5/2026).

Jumadi diketahui merupakan karyawan yang sehari-hari mengoperasikan kendaraan angkutan kayu di area perusahaan tersebut. Insiden tragis ini terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas rutin di sekitar kendaraannya.
Informasi yang dihimpun dari pihak internal, yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa korban saat itu sedang mencuci atau memperbaiki mobil.
“Korban sedang memperbaiki atau mencuci mobilnya. Tiba-tiba ditemukan sudah tergeletak di sekitar kendaraan yang biasa dibawanya,” ujar sumber tersebut.
Sekitar pukul 11.00 WIB, rekan-rekan korban mendengar suara panggilan dari arah lokasi.
“Temannya dengar almarhum memanggil. Pas dilihat, beliau sudah tergeletak di lantai depan kamar mandi,” lanjutnya.
Korban ditemukan di teras depan kamar mandi, dengan jarak sekitar tiga meter dari mobilnya. Saat ditemukan, ia masih memegang selang air.
“Waktu ditemukan, almarhum masih pegang selang cuci mobil,” kata sumber itu.
Melihat kondisi korban yang masih bernapas, rekan-rekannya segera bertindak cepat.
“Karena masih bernapas, langsung diangkat dan dimasukkan ke mobil untuk dibawa ke Klinik Bidan Bulan di KM 6,” ungkapnya.
Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Jumadi dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di KM 9 Kampung Perawang Barat.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja korban. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kejadian tersebut.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan kerja ini, sekaligus memperkuat standar keselamatan di lingkungan operasional.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan kerja di lingkungan industri dengan risiko tinggi.***