Diduga Pengaruh Ngelem, Pria di Siak Aniaya Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Kamis, 26 Februari 2026 | 05:13:19 WIB
Korban dalam kondisi sekarat saat pertama kali ditemukan warga.

Siak, Catatanriau.com – Warga Jalan Pertiwi, Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Rabu (25/2/2026) siang. Seorang perempuan lanjut usia, Ince Nainggolan (65), ditemukan bersimbah darah di teras rumahnya dan dinyatakan meninggal dunia. Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri, HF (36).

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah warga, di antaranya Mediana (62) dan S. Marpaung (57), mengaku mendengar suara keributan disertai teriakan histeris dari arah rumah korban.

“Awalnya terdengar ribut-ribut, lalu ada teriakan keras,” ujar salah seorang saksi.

Saat warga mendatangi lokasi, korban sudah tergeletak tak berdaya di teras rumah dengan luka serius di bagian kepala. Sementara itu, terduga pelaku dilaporkan melarikan diri tak lama setelah kejadian.

Korban sempat dilarikan menggunakan ambulans ke Puskesmas Tualang sekitar pukul 15.00 WIB. Namun nahas, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa kembali ke rumah duka untuk proses persemayaman.

Hingga berita ini diturunkan, motif pasti di balik dugaan penganiayaan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Informasi sementara yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa HF diduga memiliki kebiasaan menghirup uap lem (ngelem), yang kerap memicu perilaku agresif. Meski demikian, keterangan tersebut masih sebatas dugaan dan belum menjadi pernyataan resmi aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi terbaru, HF telah berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Tualang. Pengamanan dilakukan untuk mencegah potensi amukan massa sekaligus menjalani proses hukum lebih lanjut.

Petugas dari Polsek Tualang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu buah batu bata yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun pasal yang akan disangkakan kepada terduga pelaku.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.***

Terkini