Di Inhu, Karyawan Kebun dan Diduga Kelompok Pencuri Sawit Nyaris Bentrok

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:55:47 WIB

Inhu, Catatanriau.com – Ketegangan nyaris berujung bentrok antara puluhan karyawan kebun milik keluarga Simarmata dengan sekelompok orang yang diduga sebagai pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) sawit, di wilayah Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Senin (23/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Selasa (24/2) menyebutkan, insiden bermula saat puluhan orang tak dikenal mendatangi pondok karyawan di Blok L. Mereka disebut-sebut datang dengan dua unit mobil pikap dan puluhan sepeda motor.

Humas kebun keluarga Simarmata, Rudiwalker Purba, mengungkapkan, rombongan tersebut diduga menunjukkan sikap intimidatif. Mereka bahkan disebut mengancam akan membakar pondok serta memutus aliran listrik PLN ke lokasi tersebut.

“Menurut keterangan karyawan, mereka datang dengan gaya premanisme. Ada dua mobil pikap, satu di antaranya Astra warna hitam, serta puluhan sepeda motor. Diduga mereka juga membawa senjata tajam yang disimpan di dalam mobil,” ujar Rudiwalker, mengutip kesaksian pekerja di lapangan.

Situasi sempat memanas. Namun bentrokan fisik berhasil dihindari setelah pemilik kebun menginstruksikan seluruh karyawan untuk menahan diri dan tidak terpancing provokasi.

Rudiwalker mengaku mengapresiasi sikap para pekerja yang tetap tenang dalam situasi genting. “Saya salut kepada karyawan. Mereka tidak terpancing. Tapi kalau kondisi seperti ini terus berulang, saya khawatir kesabaran ada batasnya,” ujarnya dengan nada cemas.

Menurutnya, kedatangan kelompok tersebut diduga berkaitan dengan penutupan akses tidak resmi atau “jalan tikus” di Blok B dan Blok C. Akses itu sebelumnya diduga kerap digunakan sebagai jalur keluar-masuk hasil sawit yang dicuri. Penutupan dilakukan dengan pemasangan pagar kawat, yang diduga memicu keberatan dari pihak-pihak tertentu.

“Orang-orang itu sempat mempertanyakan kenapa akses ditutup dan siapa yang memerintahkan penutupan,” kata Rudi.

Ia menambahkan, pihak kebun sebelumnya telah melaporkan dugaan tindak pidana pencurian sawit ke Polres Inhu. Dalam laporan tersebut, empat orang telah dilaporkan, satu di antaranya disebut merupakan warga Pekanbaru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut maupun perkembangan laporan dugaan pencurian sawit yang telah diajukan pihak kebun.***

Terkini